phone: +6285 655 061 229
e-mail: oleholehgresik@gmail.com

Pria Tangguh Dengan Separuh Badan

Namanya Peng Shulin dari China . Pada tahun 1995 dia mengalami kecelakaan sebuah truk sehingga mengakibatkan tubuhnya terbelah menjadi 2 bagian. Akibatnya mulai bagian pinggang hingga kaki harus dibuang, sehingga dia harus hidup hanya dengan tubuh dari pinggang ke atas.


Ada lebih 20 orang dokter spesialis yang berjuang keras menyelamatkan hidupnya pada saat itu. Dan yang pasti, menurut mereka adalah sebuah keajaiban bila Peng Shulin bisa berhasil mempertahankan hidupnya. Bagian bawah tubuhnyapun harus ditambal dengan cara mengambil kulit di bagian tubuhnya yang lain.



Penderitaan baru saja dimulai ketika Peng harus mengalami tekanan mental dan fisik yang dihadapinya. Mengapa? karena meskipun dia bisa bertahan hidup, hari-harinya harus dilalui di tempat tidur. Total 12 tahun dijalani Peng hanya di tempat tidur. Dia tidak memiliki organ tubuh bagian bawah untuk membantu menyangga tubuhnya saat hendak berjalan dengan kedua tangannya. Terapi kejiwaan harus dijalaninya dengan amat sangat sabar. Peng harus harus mempersiapkan hal terburuk yang harus dilalui untuk menjalani waktu di depannya.



Tetapi bukan Peng bila berputus asa. Senyumnya dan ketegaran hatinya yang luar biasa membuahkan hasil. Tim dokter yang selalu mengawasi perkembangannya, Pusat Penelitian Rehabilitasi China di Beijing selama ini berpikir bagaimana caranya agar Peng bisa beraktifias seperti manusia pada umumnya. Dan hasilnya, sebuah alat bantu telah diciptakan seperti yang terlihat pada gambar.



Seorang Peng Shulin yang sederhana dan selalu tersenyum dan bersyukur karena masih bisa hidup, kini sangat bergembira. Melalui terapi latihan otot-otot tangan yang diberikan, terapi dan belajar jalan, alat tersebut mampu membantunya bisa berjalan. Dan tentunya masih banyak kesulitan yang harus dihadapinya di masa mendatang.



Mungkin kita akan kagum dan terharu melihat kisah dan kehebatan Peng Shulin dalam menghadapi masa-masa tersulit dalam hidupnya. tetapi pertanyaannya adalah apakah kita bisa bertahan bila "kita" di posisi Peng Shulin? Pasti Anda sependapat dengan saya bahwa jawabannya sangat tidak mudah.



Dan itu pula yang salah satunya bisa menginspirasi kita. Ketika kita mengalami masa-masa tersulit, baik dalam hal pekerjaan, pribadi, ataupun keluarga, jangan putus asa. 


"INI PUN AKAN BERLALU"

Cobalah untuk tidak menggerutu karena itu akan semakin menambah beban kita. 


Lihatlah gambar Peng tersebut dan bayangkan bagaimana kira-kira Peng berjuang melawan keputus asaannya yang kehilangan separuh tubuhnya untuk selama-lamanya. 



Betapa sangat menderitanya 12 tahun hidup hanya terbaring di tempat tidur dan melawan tekanan psikologis dan fisik yang besar.



Bila Peng bisa tegar dalam keadaannya sekarang, Anda juga pasti bisa. 



Tersenyumlah, bersyukurlah dan berpikirlah positif. 







PROFIL Chairul Tanjung

Chairul Tanjung
Nama Lengkap : Chairul Tanjung
Alias : Chairul Tandjung
Agama : Islam
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Sabtu, 16 Juni 1962
Zodiac : Gemini
Warga Negara : Indonesia

Anak : Rahmat DwiputraPutri Indahsari, Rahmat Dwiputra
Istri : Anita Ratnasari Tanjung

BIOGRAFI
Chirul Tanjung (CT) adalah konglomerat Indonesia yang namanya berada di urutan 937 dari 1000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dengan total kekayaan senilai USD 1 miliar. Ayah CT adalah A.G. Tanjung, wartawan Orde Lama yang dulu pernah menerbitkan lima surat kabar beroplah kecil.

Pekerjaan yang dilakukan CT berbeda jauh dengan disiplin ilmu yang ditekuninya di bangku kuliah. Ketika menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran Gigi UI tahun 1981, CT mengalami kesulitan finansial untuk biaya kuliah. Saat itulah kemampuannya berbisnis diasah. Ia mulai berbisnis kecil-kecilan menjual buku kuliah stensilan, kaos, dan sebagainya. Kemudian ia memiliki toko peralatan laboratorium dan kedokteran di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, namun mengalami kebangkrutan.

Setelah itu ia mencoba membuka usaha kontraktor tetapi kurang berhasil sehingga ia bekerja di perusahaan baja. Lalu, ia pindah ke perusahaan rotan di mana ia bertemu dengan tiga orang rekan dan mendirikan PT. Pariarti Shindutama. Perusahaan ini memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor, dan CT beruntung usahanya kali ini menuai untung besar karena perusahaannya mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu anak-anak dari Italia. Seiring berjalannya waktu, akhirnya CT memutuskan untuk berkarya sendiri karena terjadi perbedaan paham dengan rekan-rekannya.

Lepas dari bisnis sepatu ekspor, CT mengarahkan usahanya ke konglomerasi dengan tiga bisnis inti, yaitu keuangan, properti, dan multi media. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Tugu yang sekarang menjadi Bank Mega yang kini merangkak naik menjadi bank kelas atas. Ia juga merambah ke bisnis sekuritas, asuransi jiwa, dan asuransi kerugian. Pada sektor sekuritas, CT memiliki perusahaan real estate dan membangun Bandung Supermall pada 1999.

Saat ini, CT berkecimpung di bisnis pertelevisian dengan mendirikan Trans Corp yang membawahi Trans TV dan Trans 7. Walaupun persaingan di industri pertelevisian semakin ketat, namun CT yakin Trans TV bisa terus berkembang melihat bahwa belanja TV nasional telah mencapai angka 6 triliun setahun dan 70% di antaranya akan diambil oleh televisi.
Selain Trans Corp., CT memiliki Para Group yang mengayomi 5.000 karyawan dengan Para Inti Holdindo sebagai kepala industri yang memiliki tiga anak perusahaan, yaitu Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).

CT melebarkan sayapnya di dunia bisnis dengan menggunakan Trans Corp untuk mengakuisi 40% saham PT Carrefour Indonesia senilai Rp 3 triliun melalui PT Trans Ritel. Setelah memiliki 40% saham Carrefour, ia kini menjadi komisaris utama PT Carrefour Indonesia didampingi oleh AM Hendropriyono (mantan Kepala BIN) dan S.Bimantoro (mantan petinggi Polri) sebagai komisaris.
Setelah akuisisi oleh Trans Corp, komposisi pemegang saham PT Carrefour Indonesia adalah Trans Ritel (40%), Carrefour SA 39%, Carrefour Netherland BV 9,5%, dan Onesia BV 11,5%. Dengan gurita bisnis seperti ini, CT menduduki posisi ke-13 dari total 40 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2009 versi majalah Forbes.

 CT mengaku lebih suka mengakuisisi dibandingkan membangun bisnis karena akusisi perusahaan membuat sinergi memperluas ladang usaha. Waktu saya memulai banyak waktu tapi enggak punya uang. Mulai dari nol. Lama-lama  jadi besar punya uang, tidak punya waktu. Maka yang dilakukan tidak perlu bangun tapi mengakusisi.

Riset dan analisa oleh Almas Adibah

PELIT DILARANG BUKAN KARENA AKAN MENYULITKAN DATANGNYA HARTA


Alasan mengapa bakhil dilarang bukan karena alasan dunia (sumber gambar: flickr.com)
Alasan mengapa bakhil dilarang bukan karena alasan dunia (sumber gambar:flickr.com)
Bakhil alias pelit itu berbahaya, tapi apa bahayanya? Maka aku pun mencari tahu dalam Al Qur’an ayat-ayat tentang bakhil dan bahayanya. Aku berhenti di sebuah ayat.
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Ali ‘Imran: 180)
Di beberapa ayat yang lain juga intinya sama. Padahal aku ingin mencari tahu alasan-alasan bakhil dengan bahasa-bahasa dunia. Sebagaimana ketika menurut ilmu-ilmu bisnis yang kubaca dari buku Rich Dad Poor Dad, bahwa bersedekah itu mendatangkan uang yang lebih besar.
Maka secara logikanya, berarti bakhil akan mempersulit datangnya uang itu. Tapi tidak dalam Islam. Tidak ada alasan-alasan logis yang muncul dalam menganjurkan sedekah maupun menjauhkan diri dari bakhil.
Ketika menganjurkan sedekah, Allah mengingatkan tentang keikhlasan, agar pahala kebaikan itu tetap akan mereka peroleh ketika di akhirat. Bukan dengan balasan akan mendapatkan balasan berupa uang di dunia.
Begitu juga Allah ketika melarang bakhil atau pelit. Alasannya bukan alasan-alasan dunia seperti uang yang susah didapat dan lain sebagainya tapi alasan akhirat. Karena bila kau bakhil, dan tidak berzakat maka hartamu akan menjadi ular yang penuh bisa dan menggigitmu di akhirat kelak.
Sahabatku, itulah Islam, bukan balasan dunia yang ia tawarkan. Bukan alasan keuntungan dan kerugian dunia yang ia tunjukkan karena memang bukan dunia yang penting dalam Islam.
Islam memintamu memperhatikan akhiratmu. Caranya, dengan berbuat kebaikan di dunia. Jadi balasan-balasan kebaikan itu tidak sekarang tapi kelak di akhirat. Wallahu a’lam

Sukses Berawal dari Niat


Sukses Berawal dari Niat

Niat merupakan ukuran untuk menilai benarnya sebuah perbuatan. Oleh karena itu jika niat benar, maka tindakannya akan benar. Dan jika niat buruk maka yang diperbuat akan buruk pula. Demikian tadi kata mutiara dari Imam An-Nawawi.
Niat juga bisa dijadikan sebagai senjata ampuh untuk memenangkan persaingan apapun. Bisa persaingan bisnis, persaingan mengambil hati customer atau bahkan dalam hal mencari jodoh.
Pada dasarnya, satu-satunya alasan seseorang tidak bisa jadi pemenang adalah dikarenakan mereka tidak punya alasan yang kuat untuk mengejar kemenangan tersebut. Dan akibat daripada dasar alas an tersebut, ada tujuh macam kegagalan ketika orang ingin menang dan kegagalan ini terjadi berulang-ulang.
Kegagalan pertama adalah, banyak orang yang yakin bahwa menang adalah sesuatu yang negative. Pernahkah anda bertemu seseorang yang rela kalah hanya karena takut dianggap sombong… Ini terjadi dimana-mana. Dan mental ini akhirnya membentuk sabotase diri yang membuat orang tersebut tidak bisa menang atau tidak ingin menang.
Kegagalan yang kedua adalah, banyak orang yang merasa bahwa menang bukan keharusan. Banyak orang yang hanya berharap-berharap dan berharap, dan merasa bahwa menang bukan hak mereka.
Kegagalan yang ke tiga adalah, ketika anda ingin memenangkan suatu pertandingan/ persaingan, namun anda tidak memiliki setrategi yang tepat. Dan ini jangan sampai terjadi pada anda. Karena apa yang anda perbuat adalah hasil dari apa yang anda tahu. Jika anda ingin merubah perbuatan/ kebiasaan anda , maka anda harus merubah apa yang harus anda ketahui. Dan apa yang harus anda ketahui inilah yang disebut setrategi.
Kegagalan yang keempat adalah, gagal untuk konsisten (bahasa jawa: ajeg) – ini adalah sesuatu yang paling sulit dilakukan padahal sangat sederhana. Kita ambil sebuah ilustrsi. Jika kita Konsisten/ Ajeg untuk menabung Rp. 15.000 perhari, misal kita mulai saat usia kita 20 tahun. Maka pada saat umur 45 tahun akan kita dapati Uang free sejumlah Rp. 135.000.000.  Oke…  memang kita semua tahu bahwa untuk menabung 15 ribu per hari secara konsisten adalah hal yang luar biasa sulit. Namun ilustrasi diatas bisa membuka mata kita akan pentingnya sebuah konsistensi pada sebuah pertandingan.
Kegagalan yang kelima adalah, terlalu percaya apa kata orang.  Pengalaman dari beberapa orang sukses  bahwa jika kita ingin memenangkan apapun, maka kita harus percaya diri dan percaya akan keputusan anda, percaya akan cita-cita anda serta percaya pada tindakan yang anda lakukan.
Kegagalan yang ke enam adalah, jika 5 kegagalan diatas anda lakukan, maka anda akan jatuh pada kesalahan yang keenam, Yaitu ketagihan kalah. Artinya dialah orang –orang yang sudah putus asa. Bisanya orang seperti ini berkata, “ ah, biarlah Saya menerima apa adanya” hal ini adalah tidak lain dari sebuah alas an/pembenaran dari banyak kesalahan yang dia lakukan.  Ingat bahwa kesuksesan tidak pernah berakhir dan kegagalan pun juga tidak akan pernah finish. Oleha karena itu sudah seharusnya kita tetap waspada dan terus mengejar cita-cita kita pada waktu TK yaitu meraih bintang kecil nan jauh disana.
Kegagalan yang terakhir adalah tidak adanya mental pemenang. Mental pemenang sangatlah penting disini, namun yang  lebih penting adalah hasil dari mental pemenang itu sendiri akan memberi kemampuan anda  untuk Going Extra Mild… yang artinya kita mampu melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh orang biasa.
Bersyukur dan belajar dari hal-hal yang telah terjadi pada diri kita sangat penting untuk kita lakukan. Sebagai evaluasi kemudian kita ubah tindakan dan perilaku kita dengan pengetahuan baru dari kejadian tersebut. Ingat, apa yang terjadi pada kita bukanlah sesuatu yang kebetulan. Semua bisa kita pelajari untuk perbaikan tindakan dimasa datang.
- See more at: http://andiazhari.com/titik-nol/sukses-berawal-dari-niat#sthash.OiDfQOZ1.dpuf