phone: +6285 655 061 229
e-mail: oleholehgresik@gmail.com
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Berwirausaha Itu Keren Banget!













JAKARTA - Pengembangan enterpreneur di tingkat mahasiswa masih terus dikembangkan. UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) pun terus memberikan motivasi bagi generasi muda untuk menekuni dunia enterpreneurship.

Kepala Usaha Kecil Mikro (UKM) Center FEUI Hilda Fachriza, SE, MM melihat bahwa mahasiswa adalah calon enterpreneur yang baik atau calon wirausaha yang baik.

"Kita sebetulnya selama ini kekurangan jumlah enterpreneur. Jadi kalau dilihat statistiknya, butuh dua persen dari total penduduk yang merupakan enterpreneur. Sayangnya kita baru 1,56 persen di seluruh Indonesia, kekurangannya sekira satu juta orang," ujarnya kepada Okezone.

Menurut dia, seorang wirausaha muda bisa melihat peluang dalam berwirausaha ke depannya. Dijelaskannya, enterpreneur berbeda dengan pelaku bisnis biasa.

"Entrepreneur itu adalah orang yang memiliki wawasan untuk bisa melihat peluang dan memberikan value addict pada apa yang dilakukannya," lanjut dosen FEUI itu.

Dirinya pun kekeuh mengatakan bila anak-anak muda, khususnya mahasiswa Indonesia dapat menjadi entrepreneur handal.

"Sekarang kita diminta untuk meningkatkan mencapai angka dua persen entrepreneur ini dari total penduduk. Kita justru mendorong mahasiswa untuk dijadikan entrepreneur. Karena mereka memiliki wawasan yang lebih daripada orang-orang yang menjadi pengusaha hanya sekadar bertahan hidup," jelasnya.

Oleh karena itu, di Usaha Kecil Mikro (UKM) Center pihaknya menjadi pemberdaya UKM, serta menjadi penggerak semangat kewirausahaan, seperti wirausaha muda dan mandiri.

"Kita menggalakkan itu untuk melihat bahwa wirausaha muda adalah anak-anak mahasiswa ini akan mampu melewatinya dalam tempo yang lebih cepat dan mereka lebih berwawasan," pungkasnya.(ade)

7 Tips Bisnis dari Rheinald Khasali


Sesuatu yang sederhana juga bisa menjadi besar asalkan Anda cukup jeli menangkapnya.

Dalam buku terbarunya, Wirausaha Muda Mandiri, Rheinald Khasali merangkum pengalaman beberapa wirausaha muda sukses. Termasuk tip sukses mereka. Silakan simak, siapa tahu Anda bisa belajar darinya.

1. Nikmati indahnya berpikir kreatif
Menjadi kreatif berarti selalu membuka pintu dan mengeksplorasi pilihan-pilihan. Seperti kata John C Maxwell, "Bakat saja tidak cukup. IQ juga tidak. Semua baru menjadi potensi, dan setiap potensi perlu menemukan pintunya." Caranya? Berani mencoba.
2. Kekuatan kesederhanaan
Tip ini berasal dari pengalaaman sukses Firmansyah Budi Prasetyo, pemilik Tella Krezz. Ia berhasil menaikkan gengsi singkong menjadi sama dengan french fries dan snack impor lainnya. Kunci sukses para pemikir sederhana, mereka mengerjakan hal-hal yang sudah dikenali dan akrabi sejak kecil.
3. Carilah struktur biaya yang rendah
Menurut Rheinald Khasali, berwirausaha bukan bergaya hidup. Kalau bergaya hidup Anda
menghabiskan uang. Dalam wirausaha Anda mengurangi pengeluaran dan mendatangkan penghasilan. Dengan pola pikir ini, maka bisnis yang dijalankan akan membawa untung.
4. Gunakan teknologi, jangkau sebanyak sebanyak mungkin orang
Saat ini bila Anda gagap teknologi maka akan rugi. Pasalnya, dengan teknologi, pemasaran produk akan menyebar pada banyak orang tanpa mengeluarkan biaya. Dengan Twitter, Facebook, situs, atau blog, promosi akan menyebar dalam hitungan menit.
5. Tiupkan ruh pada brand Anda
Artinya memberi kekuatan dan nyawa pada brand agar bisa bergerak sendiri, hidup dan berdaya. Brand Anda adalah karakter Anda, jadi jangan berkompromi pada hal-hal yang bisa merusak reputasi dan karakter Anda, karena akan berpengaruh pada brand. Buatkan story telling tentang brand Anda, biasanya orang suka pada kisah di balik sebuah produk.
6. Entrepreneurship DNA
Jangan percaya pada mitos, bahwa orang Padang jago berdagang, atau orang China pandai berbisnis. Semua orang bisa berbisnis dan memiliki entrepreneurship DNA. Caranya dengan meluaskan pengetahuan, banyak bergaul dengan pengusaha sukses yang beretika, dan bekerja keras.
7. Bersahabat dengan ketidakpastian
Dalam bisnis sering terjadi ketidakpastian, bahkan bisnis dianggap kegiatan berselancar di antara gelombang ketidakpastian. Ketidakpastian terjadi bila kita tidak mengenali sesuatu, jadi cara mengatasinya tak lain bersahabat dengan ketidakpastian itu. Cari data dan informasi, sampai Anda mengenali ketidakpastian itu serta risikonya.
(Majalah CHIC/Erika Paula)

Kepedulian Yang Mampu Mengubah Masyarakat


Indonesia saat ini memasuki masa yang sangat menarik. Bagaimana tidak? Negara berpenduduk terbesar keempat di dunia ini memiliki pendapatan perkapita mendekati USD 4000. Angka tersebut diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dalam 4-5 tahun mendatang. Namun pada sisi lain, perusahaan konsultansi global, McKinsey mengeluarkan kajian bahwa Indonesia juga dihadapkan pada tantangan peningkatan produktivitas (diperkirakan 60%), pembangunan yang lebih inklusif dengan pemberdayaan masyarakat serta pengembangan sektor energi dan bahan pangan. 

Untuk menghadapi ketiga tersebut, sangat dibutuhkan pengembangan pendidikan, kemampuan masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi serta pengembangan sektor energi dan pangan. Mengembangkan ketiga hal tersebut dibutuhkan energi yang besar dan peran aktif berbagai pihak, termasuk korporasi. Walaupun seringkali korporasi melihat ketiga hal tersebut sebagai sesuatu yang berada di luar kepentingannya. Namun, tidak dapat dipungkiri banyak sekali contoh-contoh nyata yang justru menunjukkan bahwa korporasi yang berhasil tumbuh secara sustainable, adalah korporasi yang dapat mengintegrasikan atau menjadi bagian dari solusi tantangan pembangunan secara strategis. 

Bank Mandiri, sebagai salah satu perusahaan milik negara, terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi tersebut, dengan berperan aktif memberikan kontribusi signifikan bagi perbaikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. 

Corporate Social Responsibility merupakan salah satu program yang dapat mendorong perusahaan-perusahaan negara lebih berkontribusi bagi masyarakat. Pada ranah BUMN, kegiatan CSR lebih dikenal dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan atau PKBL. 

Program CSR/PKBL sudah dilaksanakan sejak awal Bank Mandiri beroperasi. Dalam perkembangannya, program PKBL yang telah dilakukan tetap perlu penajaman untuk lebih mengefektifkan dampak program bagi masyarakat maupun Bank Mandiri. 

Upaya penajaman pun dilakukan. Mandiri memperbarui visi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan menjadi sejalan dengan visi perseroan. Yaitu menjadi lembaga keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif. Sehingga, program yang dijalankan dapat bersinergi dengan bisnis Bank Mandiri. 

Bank Mandiri juga mengoptimalkan peran unit kerja yang berada di daerah atau wilayah melalui program PKBL. Tujuan dari semua itu adalah untuk memberikan dampak bisnis bagi Bank Mandiri, terutama dalam upaya pencapaian fokus bisnis pada segmen high yield assets, retail payments dan wholesale transaction. 

Saat ini, implementasi program PKBL Bank Mandiri dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu pertama, pembentukan komunitas mandiri melalui pelaksanaan program Mandiri Bersama Mandiri yang bertujuan untuk membina kelompok masyarakat/komunitas secara terintegrasi dalam hal kapasitas, infrastruktur, kapabilitas dan akses. 

Kedua, pencapaian kemandirian edukasi dan kewirausahaan melalui pelaksanaan program Wirausaha Muda Mandiri (WMM), Mandiri Young Technopreneur (MYT) dan Mandiri Peduli Pendidikan yang bertujuan menciptakan pemimpin masa depan yang siap dengan persaingan global. 

Yang ketiga adalah Penyediaan fasilitas ramah lingkungan melalui pelaksanaan enam program utama yaitu penyediaan sarana penunjang pengadaan air bersih, pengembangan energi terbarukan, penanaman pohon pada lahan kritis, penanaman dan pemeliharaan tumbuhan bakau, pengadaan taman kota dan pengembangan eco wisata.

Khusus untuk kemandirian edukasi dan kewirausahaan, Mandiri memiliki program unggulan yang diyakini dapat menyiapkan generasi muda untuk mampu menghadapi persaingan global. Program yang dikenal luas oleh masyarakat itu bernama Wirausaha Muda Mandiri dan Mandiri Young Technopreneur.  

Program tersebut berawal dari keprihatinan Bank Mandiri melihat terbatasnya kemampuan industri dalam menyerap tenaga kerja, sehingga menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia terutama dari kalangan usia produktif. 

Alasan lainnya adalah data Badan Pusat Statistik. Pada 2008, lembaga tersebut memaparkan bahwa jumlah wirausahawan di Indonesia diperkirakan hanya sekitar 0,24% dari jumlah penduduk usia kerja. Padahal, menurut pakar enterpreneurship David McClelland, untuk menjadi negara yang makmur, suatu negara harus memiliki minimum 2 persen entrepreneur dari total penduduknya. 

Alhasil, Program pengembangan kewirausahaan khususnya bagi generasi muda perlu digencarkan untuk melahirkan kesadaran dalam diri mereka agar menjadi job creator, tidak lagi job seeker. Seiring dengan proses transformasi Bank Mandiri. Program dimulai dengan melakukan pengenalan pentingnya mengubah pola pikir mahasiswa dari “pencari kerja” menjadi “pencipta lapangan kerja” ketika sudah selesai kuliah. 

Gerakan kewirausahaan di Indonesia yang makin gencar dikampanyekan oleh masyarakat yang peduli dan juga pemerintah, jelas dapat menciptakan sebuah aura positif yang mendorong dinamika berinvestasi di tengah masyarakat. Pemerintah perlu secara konsisten melakukan sosialisasi dan membuat kebijakan yang mendorong kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Sebab, perguruan tinggi merupakan komunitas terdidik dan cerdas yang paling siap untuk didorong menjadi innovative entrepreneur. Keberadaan mereka di episentrum khazanah pengetahuan adalah sebuah peluang istimewa untuk bertumbuh menjadi innovative entrepreneur. 
Kewirausahaan menggerakan perekonomian karena efek pengganda (multiplier effect) yang diciptakannya. Seorang wirausaha akan membangun sebuah sistem usaha yang menggulirkan modal, menciptakan lapangan pekerjaan, menghasilkan produk yang akan diserap oleh pasar hingga terjadi akumulasi modal dan kemampuan yang membuat bisnis tersebut berkelanjutan. 

Indonesia membutuhkan generasi wirausaha muda sebagai kelompok penggerak ekonomi baru. Kewirausahaan akan menciptakan lapangan kerja, memacu produktifitas generasi muda dan membuka peluang-peluang baru dalam mewujudkan kesejahteraan. 

Persepsi lama bahwa wirausaha hanyalah untuk mereka yang tidak sekolah harus segera diubah. Wirausaha bukan profesi, tapi pola pikir; pola pikir yang jeli melihat peluang, selalu ingin berinovasi dan berani menempuh risiko. Konsep itulah yang digunakan Bank Mandiri. Penghargaan WMM dan MYT bukan hanya ajang pemberian hadiah. Lebih penting lagi, program ini merupakan pengakuan bahwa keberhasilan berwirausaha merupakan prestasi yang membanggakan bagi kaum muda, sejajar dengan prestasi-prestasi di bidang lain. 

Pada program WMM dan MYT, setelah mendapatkan pemahaman dasar mengenai kewirausahaan, para peserta program mulai menerapkannya dalam penyusunan suatu proposal bisnis yang akan dinilai oleh juri. Di sini para peserta akan belajar mengenai pentingnya “bankability” atau kelayakan mendapatkan fasilitas perbankan. Proses ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mengembangkan financial inclution di Indonesia. Sehingga, masyarakat dari setiap lapisan yang dapat mengakses layanan perbankan dapat terus bertambah.

Kesimpulannya, program-program kemitraan dan bina lingkungan perlu memiliki dampak signifikan bagi masyarakat dalam jangka panjang dan berkelanjutan. Tidak hanya sekedar memberi sumbangan namun harus juga secara masif mengubah pola pikir masyarakat agar menjadi lebih produktif sehingga mampu berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan perekonomian Tanah Air. Kita juga perlu meyakini bahwa masa depan ekonomi Indonesia yang cerah, ada di tangan generasi wirausaha muda!  

Sumber : Bisnis Indonesia

Inilah 3 'Penyakit' Pengusaha Muda



Kebanyakan dari entrepreneur muda memulai usahanya dengan tujuan untuk lebih kaya, lebih dikenal banyak orang sebagai seseorang yang sukses, dan sebagainya. Tetapi ada satu ‘penyakit’ yang diderita mayoritas entrepreneur muda yang perlu diwaspadai: ingin cepat kaya, atau kaya mendadak. Tentu saja boleh dan sah-sah saja bagi siapa saja untuk bercita-cita lebih kaya. Untuk yang kedua, mereka juga ingin menjadi pengusaha sukses secara instan. Yang ketiga ialah keinginan untuk dikenal sebagai konglomerat baru yang memiliki banyak bisnis. Ingin bisa mengerjakan banyak hal dan sukses! Itulah penyakit yang harus diberantas entrepreneur muda sekarang ini!

Jika saya hubungkan dengan ajaran agama yang saya anut, semua ‘penyakit’ ini berakar dari kegagalan dalam ‘bertauhid’. Sebagaimana kita ketahui, dalam Islam kata “tauhid” maknanya mengesakan Tuhan. Seorang manusia harus dapat memfokuskan segala upaya sepanjang hayatnya pada satu muara utama: Tuhan. Dan konsep ini mirip dengan konsep fokus dalam berbisnis. Jangan melupakan kata FOKUS saat Anda merintis bisnis.

Tentu bukan berarti seorang entrepreneur harus tetap di satu bidang saja selama-lamanya. Sah-sah saja bagi siapa saja untuk memperluas bisnisnya ke bidang selain yang sudah ia kuasai. Akan tetapi di tahap awal, seorang entrepreneur memerlukan fokus. Di antara begitu banyak bidang bisnis yang ia gemari dan ingin rambah, ia harus menentukan fokus terlebih dahulu. Jika bisnis yang menjadi fokus ini sudah relatif mapan dan berjalan lancar. Setelah melalui level pemantapan, baru entrepreneur baru dapat memikirkan bisnis lain yang memiliki kaitan dengan core business-nya. Misalnya, seorang pengusaha di bidang perikanan harus fokus pada perikanan dulu hingga bisnisnya sudah stabil dan tumbuh dengan baik. Baru setelah itu, ia dapat memperluas jangkauan dengan lebih baik lagi di bidang yang masih ada kaitannya dengan dunia perikanan, contohnya usaha seafood, usaha restoran, produksi makanan olahan dalam kemasan yang berbahan dasar ikan dan sebagainya.

Manakah Tipe Karakter Sifat Wirausaha Anda?


mengenal-karakter-dalam-bisnis
Menentukan jenis usaha yang ingin dijalankan adalah masalah gampang, tapi apakah sudah sesuai dengan karakter anda? Menentukan karakter dari sifat wirausaha anda itu adalah hal yang perlu untuk diperdalam agar dapat menemukan jenis usaha yang benar-benar cocok dengan karakter sifat wirausaha anda.

Mengalami kegagalan dalam bisnis bisa dikatakan suatu hal yang lumrah, namun bila diteliti lebih jauh ternyata banyak kegagalan tersebut juga ada yang diakibatkan oleh perbedaan karakter bisnis dalam diri kita dengan jenis usaha yang dijalankan.
Pada umumnya semua wirausahawan adalah unik satu sama lain, tetapi mempunyai tipe yang seragam, beberapa dari kita adalah penemu yang melihat tantangan sebagai kesempatan membangun usaha dengan hal-hal baru, lainnya adalah marketer yang percaya bahwa kita dapat menarik pelanggan kepada apapun yang kita tawarkan dan juga beberapa dari kita hanya ingin mengubah dunia dan menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik.
Mengetahui karakter wirausaha anda sangat penting, ini dapat membuat anda lebih diperlengkapi untuk memulai bisnis, setiap orang punya sifat wirausaha, ada dalam DNA kita dan dengan mendapatkan gambaran yang tepat dari sifat wirausaha tersebut maka bisnis yang anda jalankan dapat menjadi sukses dan bisa berkembang.
Berikut adalah gambaran umum karakter sifat wirausaha yang wajib anda ketahui:
  1. Pembangun. Orang dengan karakter ini adalah mereka yang dapat disamakan seperti para pemain catur yang selalu memikirkan dua atau tiga langkah ke depan dalam kompetisi, mereka sangat fokus, penuh perhitungan, dingin dan tidak pandang bulu, mereka terus membangun langkah-langkah ke depan untuk mendapatkan kemenangan. Sebagai contoh seperti pengembang property, investasi lahan.
  2. Opportunis. Opportunis adalah sisi spekulatif dari seseorang, kita punya bagian ini dalam diri kita, yaitu bagian dimana ada keinginan untuk menjadi orang yang tepat pada saat yang tepat, berani mengambil resiko dan mendayagunakan timing untuk menghasilkan uang sebanyak mungkin. Opportunis adalah orang yang memperkuat sisi ini menjadi karakter mereka.
  3. Spesialis. Karakter satu ini adalah tipe yang menggeluti satu industri dan tetap di bidang itu selama 15- 30 tahun. Mereka tekun dalam membangun suatu keahlian, seringkali berjuang untuk tetap menonjol diantara para pesaingnya. Sebagai contoh seperti graphic desainer, IT expert, usaha dibidang agrobisnis.
  4. Innovator. Orang dengan karakter ini biasanya dapat ditemukan dalam laboratorium bisnis, mengerjakan penemuan, ide-ide baru, konsep atau sistem, produk yang bisa dikembangkan lagi menjadi satu atau beberapa bisnis lagi. Tantangan untuk innovator adalah untuk fokus pada kenyataaan bisnis sama seperti fokus pada kemungkinan produk-produk yang bisa ditawarkan.
Menemukan karakter wirausaha sendiri adalah suatu awal yang baik, setelah itu tinggal memperkuat dan memberikan yang terbaik untuk mengembangkan karakter wirausaha anda. Ini akan membuat anda tidak mudah terbawa arus hanya mengikuti dinamika trend sesaat yang mudah hilang, namun akan membuat kita lebih fokus dan mantap untuk melangkah mengembangkan usaha sesuai karakter diri kita.
Kendati banyak faktor seperti keadaan lingkungan bisnis yang tidak bisa diprediksi, namun selalu ada kesempatan bagi kita untuk mengetahui peluang-peluang apa yang bisa diciptakan menjadi sebuah usaha baru bila kita sudah mengetahui bagaimana karakter dasar wirausaha kita. Jadi pilihlah bidang usaha yang sesuai dengan karakter anda

!

5 hal penting yang harus dihindari pengusaha

Setiap orang tentunya memimpikan sebuah kesuksesan. Baik itu sukses dalam merintis usaha, maupun sukses dalam menjalani kehidupannya. Namun sayangnya, terkadang impian tersebut belum diimbangi dengan usaha dan kerja keras dari para pelakunya. Sehingga tidak heran bila sekarang ini ada sebagian orang yang berhasil meraih kesuksesannya, dan ada juga sebagian lainnya yang hanya bisa menjadi penonton bagi orang-orang yang telah mencapai puncak kejayaannya.
Tentunya Anda tidak hanya ingin menjadi seorang penonton bukan? Karena itu, pada pekan ini sengaja kami informasikan 5 hal penting yang harus dihindari pengusaha.
1. Menunda-nunda dan membuang peluang yang ada.
Seorang pengusaha sukses tidak pernah menunda langkah mereka dan memiliki keberanian kuat untuk segera terjun di dunia usaha. Istilah orang, berani action kapan saja dan dimana saja. Karena itu, sebagai seorang pemula jangan pernah takut dan cenderung pasif menunggu waktu yang tepat untuk merintis kesuksesan bisnis. Cobalah untuk mencuri start dan berani mengambil resiko, karena pada dasarnya ada pembelajaran besar yang bisa Anda petik dari resiko usaha yang Anda hadapi kedepannya.
2. Terlena dengan kesuksesan yang didapatkannya.
Kesuksesan memang menjadi impian besar bagi setiap pelaku usaha. Tidak heran bila sebagian besar pelaku usaha cepat merasa puas dengan kesuksesan yang mereka dapatkan. Kondisi ini mungkin sering kita alami ketika menjalankan sebuah usaha, kita sering terlena dengan kesuksesan yang telah didapatkan, sehingga motivasi kerja para pengusaha mulai menurun dan fokus utama mereka untuk mencapai target juga ikut terabaikan.
3. Takut mencoba dan cenderung pesimis.

kreatif dan inovatif 148x200 5 Hal Penting Yang Harus Dihindari Pengusaha
Kesuksesan para pengusaha bisa tercipta karena mereka berani mengambil resiko dan selalu optimis dengan peluang bisnis yang mereka ciptakan. Karena itu, pantang bagi Anda untuk menjadikan ketakutan sebagai sebuah penghalang kesuksesan, dan membuang sifat pesimis Anda untuk mengejar impian besar yang telah Anda cita-citakan sebelumnya. Yakinkan diri Anda, bahwasannya bila ada kemauan pasti bakal ada jalan menuju gerbang kesuksesan.
4. Cepat menyerah dalam menghadapi kegagalan.
Dalam merintis sebuah usaha, hadirnya resiko kegagalan menjadi salah satu bumbu penyedap yang tak bisa kita pisahkan. Bahkan saking kebalnya dengan resiko tersebut, banyak pelaku usaha yang menjadikan kegagalan sebagai kerikil kecil dari kesuksesan yang akan mereka capai. Karena itu, sebagai calon pengusaha sukses jangan cepat menyerah dan jadikan kegagalan sebagai salah satu pendorong semangat Anda untuk  meraih keberhasilan usaha.
5. Sungkan untuk bertanya dan bekerjasama.
Tidak semua orang mau bertanya dan bekerjasama dengan para pelaku usaha yang telah sukses menjalankan roda bisnisnya. Padahal, banyak pembelajaran positif yang bisa kita ambil dari pengalaman para pengusaha tersebut. Karenanya, jangan sia-siakan kesempatan Anda dan bangunlah networking seluas-luasnya untuk mencapai puncak kesuksesan.
Semoga informasi tips motivasi bisnis yang kami angkat pada pekan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi para pemula untuk tetap semangat menghadapi ketatnya persaingan di dunia usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

Pria Tangguh Dengan Separuh Badan

Namanya Peng Shulin dari China . Pada tahun 1995 dia mengalami kecelakaan sebuah truk sehingga mengakibatkan tubuhnya terbelah menjadi 2 bagian. Akibatnya mulai bagian pinggang hingga kaki harus dibuang, sehingga dia harus hidup hanya dengan tubuh dari pinggang ke atas.


Ada lebih 20 orang dokter spesialis yang berjuang keras menyelamatkan hidupnya pada saat itu. Dan yang pasti, menurut mereka adalah sebuah keajaiban bila Peng Shulin bisa berhasil mempertahankan hidupnya. Bagian bawah tubuhnyapun harus ditambal dengan cara mengambil kulit di bagian tubuhnya yang lain.



Penderitaan baru saja dimulai ketika Peng harus mengalami tekanan mental dan fisik yang dihadapinya. Mengapa? karena meskipun dia bisa bertahan hidup, hari-harinya harus dilalui di tempat tidur. Total 12 tahun dijalani Peng hanya di tempat tidur. Dia tidak memiliki organ tubuh bagian bawah untuk membantu menyangga tubuhnya saat hendak berjalan dengan kedua tangannya. Terapi kejiwaan harus dijalaninya dengan amat sangat sabar. Peng harus harus mempersiapkan hal terburuk yang harus dilalui untuk menjalani waktu di depannya.



Tetapi bukan Peng bila berputus asa. Senyumnya dan ketegaran hatinya yang luar biasa membuahkan hasil. Tim dokter yang selalu mengawasi perkembangannya, Pusat Penelitian Rehabilitasi China di Beijing selama ini berpikir bagaimana caranya agar Peng bisa beraktifias seperti manusia pada umumnya. Dan hasilnya, sebuah alat bantu telah diciptakan seperti yang terlihat pada gambar.



Seorang Peng Shulin yang sederhana dan selalu tersenyum dan bersyukur karena masih bisa hidup, kini sangat bergembira. Melalui terapi latihan otot-otot tangan yang diberikan, terapi dan belajar jalan, alat tersebut mampu membantunya bisa berjalan. Dan tentunya masih banyak kesulitan yang harus dihadapinya di masa mendatang.



Mungkin kita akan kagum dan terharu melihat kisah dan kehebatan Peng Shulin dalam menghadapi masa-masa tersulit dalam hidupnya. tetapi pertanyaannya adalah apakah kita bisa bertahan bila "kita" di posisi Peng Shulin? Pasti Anda sependapat dengan saya bahwa jawabannya sangat tidak mudah.



Dan itu pula yang salah satunya bisa menginspirasi kita. Ketika kita mengalami masa-masa tersulit, baik dalam hal pekerjaan, pribadi, ataupun keluarga, jangan putus asa. 


"INI PUN AKAN BERLALU"

Cobalah untuk tidak menggerutu karena itu akan semakin menambah beban kita. 


Lihatlah gambar Peng tersebut dan bayangkan bagaimana kira-kira Peng berjuang melawan keputus asaannya yang kehilangan separuh tubuhnya untuk selama-lamanya. 



Betapa sangat menderitanya 12 tahun hidup hanya terbaring di tempat tidur dan melawan tekanan psikologis dan fisik yang besar.



Bila Peng bisa tegar dalam keadaannya sekarang, Anda juga pasti bisa. 



Tersenyumlah, bersyukurlah dan berpikirlah positif. 







SUKSES & AROGANSI

Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100 mengatakan, “Success can lead to arrogance. When we are arrogant, we quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today’s rapidly moving world, if we quit changing, we will ultimately fail.” (Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah. Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal).
Itulah sisi negatif dari kesuksesan, yakni arogansi. Arogansi muncul saat seseorang merasa diri paling hebat, paling luar biasa, dan paling baik dibandingkan dengan yang lainnya. Penyakit mental ini bisa menjangkiti apa dan siapa saja, mulai dari organisasi, produk, pemimpin, sampai orang biasa. Khusus pada tulisan ini, kita akan membicarakan soal manusianya.
Orang sukses lalu bersombong ria sebenarnya patut disayangkan. Bayangkan saja, saat berjuang keras menggapai kesuksesan, mereka begitu terbuka untuk belajar. Mereka mau mendengarkan. Mereka mau berjerih payah, berani hidup susah, dan mengorbankan diri. Bahkan, mereka tampak sangat ‘merakyat’ hidupnya. Akan tetapi, itu dulu. Sayang sekali, saat kesuksesan datang, mereka lupa diri. Mungkin dia akan berkata, “Saya sudah berhasil mencapai yang terbaik. Sekarang, Andalah yang harus mendengarkan saya. Saya tidak perlu lagi mendengarkan Anda.” Hal itu diperparah lagi ketika mereka dikelilingi oleh para ‘yes man’ yang tidak berani angkat bicara soal kekurangan orang ini. Hal ini membuat orang itu semakin ‘megalomania’ , pongah, angkuh, dan egois. Ia terbelenggu oleh kesuksesannya sendiri. Ia tidak pernah belajar lagi.
Ada Seorang Pebisnis, dia menceritakan susah payahnya membangun bisnisnya. Cerita yang mengharukan sekaligus heroik ketika dia harus tidur di kolong jembatan saat tiba di Jakarta ketika remaja. Dengan susah payah dia merangkak dari bawah untuk bertahan hidup. Menikah tanpa uang sepeser pun. Hidup di rumah kontrakan kecil. Akan tetapi, dia tidak patah arang. Dia mengamati cara kerja orang sukses, mencontoh, dan memodifikasi sendiri produknya. Sekarang, dia pun berjaya. Tiga pabrik besar ada di genggamannya.
Namun, sayang sekali. Perusahan itu sedang diterpa badai masalah internal. Pemicunya tak lain adalah sikap pemimpin yang arogan. Dia otoriter dan antikritik. “Kalau saya bisa, kalian juga harus bisa,” katanya pongah. Dia pun menolak ide-ide baru. Dia mengelola perusahaan dengan serampangan. Turn over karyawan pun tinggi. Sisanya hanya kelompok para ‘penjilat’ yang tidak berani melawan. Dia menginginkan anak buahnya di-training. Padahal, dia sendiri yang perlu up date diri dengan training.
Arogansi bisa menghampiri siapa saja. Termasuk seorang pendidik, guru, dosen, yang tiap hari memberi suatu bagi orang lain.
Dari situ, kita belajar banyak untuk hati-hati. Kesuksesan jangan membuat kita arogan dan cenderung self centered serta tidak mau mendengarkan orang lain. Dunia begitu mengenal sosok Mao, Hitler, ataupun Stalin. Mereka berjuang dari basis bawah menuju pucuk kepemimpinan. Mereka pun berjuang untuk perubahan di masyarakatnya. Idealisme mereka sangat luar biasa. Orang pun dibuatnya kagum. Namun, mereka lupa daratan ketika sukses. Mereka memonopoli kebenaran tunggal alias antikritik dan antipembaruan. Mereka memimpin dengan tangan besi. Korban pun bergelimpangan dari tangannya. Begitu juga dalam sejarah bisnis. IBM yang begitu besar dan terkenal pernah mengalami kemerosotan saat arogansi membekap sikap dan pikiran para pemimpin mereka.
Terjebak retorika
Namun, itulah yang terjadi apabila orang berhenti belajar dan merasa diri sudah selesai. Tanpa dia sadari, lingkungannya terus belajar, berinovasi, dan berkembang. Sementara, dia mandek di posisinya. Akibatnya, kue kesuksesan yang dia peroleh lama-kelamaan menjadi basi. Tanpa sadar, kompetitor mereka bergerak jauh meninggalkan dirinya di belakang. Mereka terjebak dalam retorika, kalimat, jurus yang itu-itu saja alias usang. Arogansi telah menutup hati dan pikirannya untuk kreatif menemukan jurus dan tip-tip baru mempertahankan sekaligus mengembangkan kesuksesannya. Di sinilah, arogansi berujung pada malapetaka dan kehancuran.
Jadi, bagaimanakah tipnya agar kesuksesan kita tidak berubah menjadi arogansi?
Pertama- Aware (sadar) dengan sikap dan tingkah laku kita selalu. Meskipun sudah sukses, kita perlu memberi waktu untuk menyadari sikap dan perilaku kita di mata orang lain. Selalulah sadar apakah nada dan ucapan serta tindak tanduk kita sekarang semakin membuat banyak orang lain terluka? Apakah kita masih tetap menghargai orang lain? Apalagi orang-orang yang telah turut membawa Anda ke level sukses sekarang, apakah Anda hargai? Jangan sampai, tatkala masih bersusah payah, kita begitu respek, tetapi setelah sukses justru mencampakkan mereka.
Kedua- Waspadai umpan balik yang hanya menghibur kita tetapi tidak membuat kita belajar lagi. Hati-hati dengan orang di sekeliling kita yang hanya mengatakan hal bagus, tetapi tidak berani memberikan masukan yang baik. Kadang, masukan negatif juga kita perlukan demi perkembangan, sesukses apa pun kita.
Ketiga- Awasi dan peka dengan perubahan yang terjadi. Dalam buku Who Moved My Cheese disimpulkan bahwa kita harus selalu mencium keju kita, apakah sudah basi ataukah mulai diambil orang lain. Kita pun harus terus mencium dan peka bagaimana orang lain mengembangkan dirinya serta bisa jadi ancaman bagi kita. Jangan pula merasa diri paling hebat dan lupa belajar.
Keempat- Sopan dan rendah hati untuk belajar dari orang lain.
Semoga tulisan ini menginspirasi Anda untuk meraih sukses sejati. Kesuksesan yang membuat Anda tidak arogan. Baiknya kita tutup tulisan ini dengan kalimat kuno yang seringkali sudah kita dengar. “Di atas langit masih ada langit yang lain”.

Jadilah Pengusaha, Jangan Mau Jadi Pegawai Negeri




*PURBALINGGA, HUMAS* – Wakil Bupati Purbalingga Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM menyerahkan sebanyak 270 mahasiswa KKN Posdaya kepada pihak UNSOED yang diwakili Dekan Fakultas Hukum Unsoed, DR Angkasa SH MHum, Kamis (21/2) di Graha Sarwa Guna. Para mahasiswa Unsoed ini sebelumnya telah mengikuti KKN selama 34 hari di Kecamatan Rembang dan Karangmoncol.


Wabup Sukento berterima kasih kepada para mahasiswa yang telah berinovasi dan memberikan inspirasi kepada masyarakat perdesaan, khususnya dalam upaya peningkatan ekonomi kerakyatan. Menurut Wabup, di Purbalingga banyak lahir pengusaha sukses yang mampu menciptakan lapangan kerja. Wabup berharap para mahasiswa mengikuti jejak mereka menjadi pengusaha.



“Nanti kalau lulus, jadilah pengusaha. Buka lapangan pekerjaan. Jangan mau jadi pegawai negeri. Sanggup??” Sontak para mahasiswa menjawab,“Sangguuupp!!”



Menurut Wabup Sukento, dengan menjadi pengusaha, para sarjana akan menjadi solusi dari kemiskinan yang masih menjadi momok di negeri ini, termasuk di Indonesia. Purbalingga yang angka kemiskinannya masih 24,5%, menjadi
tantangan yang harus dijawab generasi mendatang.

Sebelum mengikuti rangkaian seremonial penutupan, Wabup Sukento beserta rombongan diajak mengunjungi stan-stan pameran hasil karya dan potensi masing-masing desa yang menjadi lokasi KKN para mahasiswa ini. Sukento
sempat mencicipi olahan makanan kering khas perdesaan, maupun inovasi pangan dari para mahasiswa. Kadangkala wakil bupati asal Sinduraja ini menyempatkan bertanya tentang produk – produk yang dipamerkan.

MENGUBAH GAJI MENJADI BISNIS (Bambang Suharno)

Berapakah pendapatan anda saat ini?
Berapapun yang anda peroleh, semuanya bisa berpotensi dilipat gandakan. Anda yang merasa berpenghasilan pas-pasan kemungkinan mengatakan, “mana mungkin saya bisa melipatgandakan penghasilan melalui bisnis, sedangkan setiap bulan saya harus pinjam sana sini untuk menutupi kekurangan biaya hidup?”
Wahai para pembaca yang budiman, bila anda masih bermental karyawan, berapapun uang yang anda peroleh, hutang anda akan bertambah banyak. Bila anda punya gaji satu juta rupiah, anda pasti kekurangan haji. Anda akan membayangkan bahwa gaji Rp 2 juta akan lebih baik. Ternyata, ketika gaji anda 2 juta, keinginan anda malah melebihi 2 juta. Anda harus membeli sepeda motor dengan cara kredit. Gaji anda naik lagi menjadi 3 juta, anda mulai ambil kredit rumah. Gaji naik 4 juta dan seterusnya, anda mulai membayar cicilan mobil tiap bulan. Semakin tinggi gaji anda, hutang pun semakin banyak. Itulah mental pegawai.Sebuah survey menunjukan bahwa eksekutif yang gajinya 15-20 juta, terancam jatuh miskin karena pengeluaran konsumtifnya sangat tinggi. Bahkan 60% dari pendapatannya tersebut digunakan untuk membayar cicilan hutang. Hutang konsumtif pula. Mental pegawai identik dengan mental konsumtif.
Berapapun pendapatannya, akan digunakan untuk meningkatkan gaya hidup dimana semuanya memakan tambahan biaya berikutnya. Yang dibeli pegawai selalu meminta biaya. Semakin mahal mobil yang anda beli, semakin tinggi pula biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan. Beli rumah? Sama saja, makin mewah rumah yang anda beli, biaya pemeliharaannya juga semakin mahal. Lantas bagaimana sebaiknya mengelola penghasilan yang kita sebut gaji ?
Sebagaimana yang saya sampaikan di buku saya “Langkah Jitu Memulai Bisnis dari Nol”, orang bermental entrepreneur berbeda dengan orang yang bermental pegawai dalam hal cara mengeluarkan uang. Orang bermental pegawai selalu mengeluarkan uang untuk kepentingan konsumtif, sedangkan orang bermental entrepreneur selalu berusaha agar uang yang keluar bisa kembali lagi dalam jumlah yang lebih banyak. Dengan demikian orang bermental entrepreneur uangnya selalu diupayakan untuk produktif, karena pengeluaran konsumtif sebenarnya hanya meliputi sandang (pakaian), pangan dan papan (tempat tinggal).Orang bermental pegawai selalu bekerja keras untuk mencari uang dan menghabiskannya untuk belanja barang konsumtif. Sedangkan orang bermental entrepreneur selalu berusaha sebagian uangnya bisa menjadi uang lagi. Orang bermental pegawai semua hutangnya dibayar dengan gaji, karena hutangnya berupa hutang konsumtif, sedangkan orang bermental entrepreneur boleh punya hutang, tapi hutangnya berupa hutang produktif, yakni hutang yang dibayar dari hasil bisnis.
Misalnya, hutang ke bank untuk membeli ruko, selanjutnya ruko digunakan untuk bisnis yang dapat menghasilkan sehingga dapat membayar cicilan hutang ke bank.Bagaimana caranya agar anda yang terbiasa hidup dengan pengeluaran yang konsumtif menjadi produktif?
Ikuti langkah berikut ini:
1. Disiplin untuk menyisihkan penghasilan anda, minimal 10%. Lakukanlah sekarang. Sisihkan setiap anda menerima gaji dengan memasukkan pada tabungan. Kebanyakan orang mau berniat menabung apabila ada sisa uang. Kenyataannya hampir tidak mungkin ada sisa uang yang bisa ditabung. Cara berpikirnya harus dibalik, sisihkan dulu uang untuk ditabung, barulah sisanya digunakan untuk kebutuhan harian.
2. Carilah peluang usaha yang memungkinkan anda tidak perlu mengelolanya setiap hari. Anda bilang sulit? Ya, sulit itu artinya pasti ada solusinya. Maka, carilah ilmu kepada orang yang berpengalaman mengelola bisnis tanpa harus mengelolanya setiap hari. Bacalah media tentang wirausaha, baca iklan peluang bisnis, ikuti seminar wirausaha. Kelak anda akan bertemu dengan banyak orang punya bisnis yang bisa membantu kesulitan anda.
3. Bergaullah dengan orang-orang yang telah memiliki mental entrepreneur. Dengan bergaul dengan orang bermental entrepreneur, anda akan mudah untuk mengembangkan mental entrepreneur, yakni mental untuk membuat orang menjadi produktif.
4. Sedekahlah. Sumbangan merupakan wujud atau bukti bahwa anda memiliki rasa syukur atas rejeki yang anda peroleh. Sedekah juga membuat anda merasa punya kelebihan dibanding orang lain, dan kelak akan membuat anda lebih mudah dan bersemangat menggali penghasilan baru. Percaya atau tidak, lakukanlah, kelak anda akan merasakan banyak manfaatnya.
Banyak orang yang mendambakan pendapatan pasif dengan cara deposito di bank. Ini bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlanjur “kaya”sejak kecil. Bagi anda yang memulai karir dengan kondisi pas-pasan dan tidak mendapat warisan yang pantas didepositokan, tak perlu memikirkan cara menabung untuk mendapatkan passive incomedeposito.Karena berdasarkan perhitungan bunga bank normal, katakanlah 8% per tahun, maka untuk mendapatkan bunga deposito sebesar gaji anda sekarang, anda butuh waktu untuk menabung selama 25 tahun lebih dengan menyisihkan 20% penghasilan anda setiap bulan.Apakah anda sanggup menyisihkan 20% gaji anda setiap bulan selama 25 tahun tanpa pernah diambil serupiahpun? Kemungkinannya sangat kecil bukan? Maka sebagaimana disebut di muka, anda harus disiplin menyisihkan uang penghasilan anda, yang kelak dapat digunakan untuk membuka bisnis. Itulah jalan terbaik untuk melipatgandakan penghasilan anda saat ini***

ISTIQAMAH

              

Orang yang istiqamah selalu menjadikan ilmu sebagai makanan hati dan ruh, Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang menyatakan: "Tuahan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada meraka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih, dan bergembiralah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."
Al wahidi dalam Asbaab Nuzuul Al-Qur'an menulis, Atha menerima riwayat dari Abdullah bin Abbas RA yang menyatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Abu Bakar Ash-Shidiq RA yang memberikan bantahan atas ucapan kaum musyrik dan yahudi. Kaum Musyrik berkata, "ALLAH adalah Tihan kami, sementara para malaikat adalah anak-anak-Nya" Kemudian orang-orang Yahudi berkata, "Allah adalah tuhan kami dan Uzair adalah anak-Nya, sementara Muhammad bukanlah seorang Nabi." Baik ucapan kaum musyrik maupun yahudi menunjukkan kebodohan dan tidak istiqamah. Mendengat ucapan dari dua golongan tersebut, Abu Bakar mengatakan dengan tegas, "Allah adalah Tuhan kami Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya dan Muhammad SAW adalah hamba sekaligus utusan-Nya." Selanjutnya turun ayat, "Inna al-ladziina qaaluu rabbuanALLAH."

Yang dimaksud dengan istiqomah di sini terdapat tiga pendapat di kalangan ahli tafsir:
1. Istiqomah di atas tauhid, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Bakr Ash Shidiq dan Mujahid,
2. Istiqomah dalam ketaatan dan menunaikan kewajiban Allah, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas, Al Hasan dan Qotadah,
3. Istiqomah di atas ikhlas dan dalam beramal hingga maut menjemput, sebagaimana dikatakan oleh Abul ‘Aliyah dan As Sudi.
Pasti Ada Kekurangan dalam Istiqomah
Ketika kita ingin berjalan di jalan yang lurus dan memenuhi tuntutan istiqomah, terkadang kita tergelincir dan tidak bisa istiqomah secara utuh. Lantas apa yang bisa menutupi kekurangan ini? Jawabnnya adalah pada firman Allah Ta’ala,
Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Rabbmu adalah Rabb Yang Maha Esa, maka tetaplah istiqomah pada jalan yan lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.” (QS. Fushilat: 6). Ayat ini memerintahkan untuk istiqomah sekaligus beristigfar (memohon ampun pada Allah).
Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan, “Ayat di atas “Istiqomahlah dan mintalah ampun kepada-Nya” merupakan isyarat bahwa seringkali ada kekurangan dalam istiqomah yang diperintahkan. Yang menutupi kekurangan ini adalah istighfar (memohon ampunan Allah). Istighfar itu sendiri mengandung taubat dan istiqomah (di jalan yang lurus).”