phone: +6285 655 061 229
e-mail: oleholehgresik@gmail.com
Showing posts with label Inspirasi Pagi. Show all posts

10 Tip Memulai Usaha Kecil dan Meraih Sukses

 

10 Tip Memulai Usaha Kecil dan Meraih Sukses
Image by : Istimewa
Kalau Anda melihat Bill Gates atau Mark Zuckenberg, pasti Anda tergiur dengan kekayaan mereka yang luar biasa. Tapi sadarkah Anda, bahwa mereka juga memulai semuanya dari usaha kecil mereka. Dan tak satupun dari mereka yang menduga bakal mencetak keberhasilan seperti sekarang.

Perusahaan pemula yang berubah menjadi perusahaan sukses bernilai miliaran bahkan triliunan, dalam dunia bisnis tak bedanya dengan pemenang lotere. Meletakkan semuauang Anda dan berharap mendapatkan jackpot, Anda justru bakalan terpuruk.

Berikut 10 aturan untuk memulai usaha kecil. Daftar ini lebih untuk membuat Anda menyadari kenyataan yang ada, ketimbang gila-gilaan mengejar impian terdahsyat Anda dalam berbisnis.

Lebih realistis. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.

Jangan menginvestasikan uang sendiri. Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.

Perbudak diri sendiri. Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.

Hargai waktu. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.

Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.

Jual kelebihannya, bukan harganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.

Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.

Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.

Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.

Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar.  (Sumber: The Washington Post/Slate Magazine)

3 Hal Yang Perlu Dilakukan dalam Perubahan


Inspirasi & Motivasi Islam
Ada 3 kekuatan untuk melakukan perubahan :
1. Hati & Pikiran.
2. Kata-kata.

3. Tindakan..

Perubahan yang dimaksud adalah perubahan dari kondisi yg negatif menuju ke arah yang positif. Dari derajad diri yang munkar menuju derajat diri yang ihsan. Dari derajad diri yg bodoh dan miskin, menuju derajad diri yang bermartabat.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49)


Dan sebelum merubah kondisi orang lain, ubah dulu kondisi diri :
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. 13 : 11).

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu... ”(QS. At Tahriim [66]: 6).

Ya, kita mungkin tidak punya kekuatan serta kekuasaan untuk merubah sesuatu yg di luar kita. Tapi yg pasti, kita mempunyai kekuasaan untuk merubah diri sendiri. Dan bila setiap diri mau berubah, maka seluruh dunia akan berubah menjadi lebih baik.

Jadi sebenarnya sederhana. Ketika kita ingin merubah situasi bangsa dan negara ke depan maka mulailah perubahan itu pada diri sendiri. Orang bijak berkata, "Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself."

DAN YAKINLAH : BISMILLAH
TUHAN BESERTA ANDA....

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ankabut [29]: 69).

sumber : 
http://www.untuk-islam.blogspot.com/2012/11/3-hal-yang-perlu-dilakukan-dalam.html

Sukses Berawal dari Niat


Sukses Berawal dari Niat

Niat merupakan ukuran untuk menilai benarnya sebuah perbuatan. Oleh karena itu jika niat benar, maka tindakannya akan benar. Dan jika niat buruk maka yang diperbuat akan buruk pula. Demikian tadi kata mutiara dari Imam An-Nawawi.
Niat juga bisa dijadikan sebagai senjata ampuh untuk memenangkan persaingan apapun. Bisa persaingan bisnis, persaingan mengambil hati customer atau bahkan dalam hal mencari jodoh.
Pada dasarnya, satu-satunya alasan seseorang tidak bisa jadi pemenang adalah dikarenakan mereka tidak punya alasan yang kuat untuk mengejar kemenangan tersebut. Dan akibat daripada dasar alas an tersebut, ada tujuh macam kegagalan ketika orang ingin menang dan kegagalan ini terjadi berulang-ulang.
Kegagalan pertama adalah, banyak orang yang yakin bahwa menang adalah sesuatu yang negative. Pernahkah anda bertemu seseorang yang rela kalah hanya karena takut dianggap sombong… Ini terjadi dimana-mana. Dan mental ini akhirnya membentuk sabotase diri yang membuat orang tersebut tidak bisa menang atau tidak ingin menang.
Kegagalan yang kedua adalah, banyak orang yang merasa bahwa menang bukan keharusan. Banyak orang yang hanya berharap-berharap dan berharap, dan merasa bahwa menang bukan hak mereka.
Kegagalan yang ke tiga adalah, ketika anda ingin memenangkan suatu pertandingan/ persaingan, namun anda tidak memiliki setrategi yang tepat. Dan ini jangan sampai terjadi pada anda. Karena apa yang anda perbuat adalah hasil dari apa yang anda tahu. Jika anda ingin merubah perbuatan/ kebiasaan anda , maka anda harus merubah apa yang harus anda ketahui. Dan apa yang harus anda ketahui inilah yang disebut setrategi.
Kegagalan yang keempat adalah, gagal untuk konsisten (bahasa jawa: ajeg) – ini adalah sesuatu yang paling sulit dilakukan padahal sangat sederhana. Kita ambil sebuah ilustrsi. Jika kita Konsisten/ Ajeg untuk menabung Rp. 15.000 perhari, misal kita mulai saat usia kita 20 tahun. Maka pada saat umur 45 tahun akan kita dapati Uang free sejumlah Rp. 135.000.000.  Oke…  memang kita semua tahu bahwa untuk menabung 15 ribu per hari secara konsisten adalah hal yang luar biasa sulit. Namun ilustrasi diatas bisa membuka mata kita akan pentingnya sebuah konsistensi pada sebuah pertandingan.
Kegagalan yang kelima adalah, terlalu percaya apa kata orang.  Pengalaman dari beberapa orang sukses  bahwa jika kita ingin memenangkan apapun, maka kita harus percaya diri dan percaya akan keputusan anda, percaya akan cita-cita anda serta percaya pada tindakan yang anda lakukan.
Kegagalan yang ke enam adalah, jika 5 kegagalan diatas anda lakukan, maka anda akan jatuh pada kesalahan yang keenam, Yaitu ketagihan kalah. Artinya dialah orang –orang yang sudah putus asa. Bisanya orang seperti ini berkata, “ ah, biarlah Saya menerima apa adanya” hal ini adalah tidak lain dari sebuah alas an/pembenaran dari banyak kesalahan yang dia lakukan.  Ingat bahwa kesuksesan tidak pernah berakhir dan kegagalan pun juga tidak akan pernah finish. Oleha karena itu sudah seharusnya kita tetap waspada dan terus mengejar cita-cita kita pada waktu TK yaitu meraih bintang kecil nan jauh disana.
Kegagalan yang terakhir adalah tidak adanya mental pemenang. Mental pemenang sangatlah penting disini, namun yang  lebih penting adalah hasil dari mental pemenang itu sendiri akan memberi kemampuan anda  untuk Going Extra Mild… yang artinya kita mampu melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh orang biasa.
Bersyukur dan belajar dari hal-hal yang telah terjadi pada diri kita sangat penting untuk kita lakukan. Sebagai evaluasi kemudian kita ubah tindakan dan perilaku kita dengan pengetahuan baru dari kejadian tersebut. Ingat, apa yang terjadi pada kita bukanlah sesuatu yang kebetulan. Semua bisa kita pelajari untuk perbaikan tindakan dimasa datang.
- See more at: http://andiazhari.com/titik-nol/sukses-berawal-dari-niat#sthash.OiDfQOZ1.dpuf

Kisah Pengusaha Sukses Dari Nol

Kisah Pengusaha Sukses Dari Nol
Kisah pengusaha sukses Dari Nol kali ini datang dari Abidin Hasibuan seorang atasan SN(Sat Nusapersada) asal Batam.  Saat ini, SN telah memiliki 10 pabrik dengan jumlah seluruh karyawan hingga 4 ribu orang dan ekspor produknya sampai ke 8 negara, omsetnya mencapai Rp 1,6 hingga 2 triliun. Semua berawal dari mimpinya saat kelas 3 SD, yaitu ia ingin mempunyai perusahaan  sendiri yang memiliki 4 lantai.
Namun apa daya hingga usianya 30 tahun ia belum sanggup mencapai mimpinya itu. Apapun ia kerjakan demi tercapainya mimpi itu, jadi preman pun ia lakoni bahkan menjadi calo paspor. Yang terpenting baginya ialah jangan sampai memvonis diri sendiri.
Abidin Hasibuan menyebutkan 4 hal menjadi sukses, berikut ulasannya:
1. Percaya Diri
Apapun yang kita lakukan, kita harus percaya dan yakin bahwa diri dapat melakukannya.
2. Berkomitmen dan memiliki kepercayaan
Misal jika kita memegang dana Rp5 miliar, maka orang miliki kepercayaan pada kita Rp20 miliar. Berarti Jumlahnya menjadi Rp25 miliar, sehingga dengan kepercayaan itu kita miliki aset sebesar Rp 25 miliar. Siapa sangka Abidin sebelum berada di SN ia pernah satu hari tak makan, dan kalau lapar hanya meminum air putih saja. Untuk itu kepercayaan sangatlah penting,  karena jika seseorang dibohongi satu kali maka esoknya ia tak akan percaya.
3. Bekerja keras
Jadi orang haruslah bekerja keras jika inginkan  keberhasilan, dan citanya dapat terwujudkan. Abidin juga pernah alami masa rumit saat membesarkan Sat Nusa. Saat itu untuk membayar karyawannya yang berjumlah 5 orang ia meminjam uang dari pengusaha asal Batam.
4. Menurut garis tangan dan keberuntungan
Ada yang mencoba untuk menjadi seorang pengusaha namun yang terjadi hanyalah hutang yang terus membelit dan bisnisnya tak kunjung berkembang. Ia yakin bahwa kesuksesannya berkat nasibnya yang baik dan kerja keras yang ia lakukan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya ”Jika perusahaaan belum masuk dalam daftar bursa,maka bisa di katakan perusahaan belum sukses,” kata Abidin.
Dalam memasukkan perusahaannya dalam daftar bursa, ia berusaha selama 6 bulan lamanya. Dia berpesan bahwa jika menjadi Pengusaha janganlah curang dan harus taat pajak. Biasanya ada yang membuat tiga pembukuan dalam perusahaan yang fungsinya untuk internal, perbankan, dan untuk perpajakan.Itu membuat rusak perusahaan yang dijalani. Untuk itu jadilah pengusaha yang jujur agar menjadi pengusaha yang sukses seperti Abidin Hasibuan.
Dan jangan sampai terjerembab dalam menkonsumsi obat terlarang. Jalan usaha pasti terdapat kemunduran dan kemajuan.
Abidin Hasibuan adalah salah satu tokoh yang mengawali usahanya dari nol, bahkan itu datang dari mimpinya ketika ia masih di kelas 3 SD, dan ternyata mimpinya menjadi kenyataan. Tekatnya yang sangat kuat menjadikannya sesukses sekarang. Keadaan yang sulit bukan halangan untuk maju, namun hanya sebesar apakah kemauan dan usaha kita untuk merubahnya.
- See more at: http://andiazhari.com/tips-trik/kisah-pengusaha-sukses-dari-nol#sthash.3o7UPvyU.dpuf

Kain Untuk Kehidupan

Kehidupan menawarkan begitu banyak hal bagi Josephine Komara untuk terus memelihara gairah penciptaan. Terlahir sebagai Ang Siok Bin, 57 tahun yang lalu, Obin–begitu ia kerap disapa, barangkali termasuk sosok yang terlahir terlalu cepat bagi jamannya, dengan pemikiran, rasa cinta dan penasaran yang meluap-luap terhadap begitu banyak hal. “Saya cinta tanaman, makanan, cara membuat makanan, cara orang bicara, lingkungan, sopan santun, hubungan antar manusia, musik. Saya mencintai banyak hal,” kata Obin kepada Inspirasi. Perjalanan hidup kemudian membuatnya terpanggil untuk menjadi tukang kain sampai saat ini.
Secara formal, Obin hanya menempuh pendidikan sampai tingkat Sekolah Dasar, namun pada tahun 1989, ia membuka toko pertamanya di Jepang (ia selalu menolak outletnya disebut sebagai “butik”, alasannya, “saya hanya tukang kain,”). Tahun 1989, tidak banyak orang Indonesia yang berpikir untuk membawa mereknya menjadi global brand, namun Obin sudah memiliki kesadaran sejauh itu.
Tukang kain itu memulai jauh lebih awal dari yang lain, dengan membuka toko pertamanya yang menyasar kelas menengah atas Jakarta, sejak tahun 1986. Kini, persepsi citra terhadap kain Obin sejajar dengan produk premium seperti Hermes dan Louis Vuitton, dan tentu saja dengan harga yang begitu tinggi. Sehelai Kain Obin bisa dibandrol dengan harga ribuan dollar.
Karya Obin yang dipajang di Bin House Singapore. Obin memiliki “toko kain” di Jakarta, Bali, Jepang dan Singapura, serta telah menembus pasar Eropa, Amerika dan Timur Tengah.
Meski demikian, ia tidak melihatnya sebagai penghalang. “Saya yakin, jika seseorang membuat sesuatu dengan pengetahuan, ketekunan dan semangat, ia tidak akan punya masalah dengan penjualan,” kata Obin. Memulai bisnis sejak usia 17 tahun, Obin telah membuktikan dengan pengalaman kayanya bahwa sesulit-sulitnya seseorang membuat sesuatu untuk dijual, sama sukarnya dengan orang yang dalam keadaan untuk mencari sesuatu untuk dibeli. “Pekerjaan saya sebagai tukang kainlah untuk menemukan mereka yang mencari sesuatu untuk dibeli,” katanya.
Untuk Obin, itu bukan hanya sekadar ‘sesuatu’. Kain dan karya-karyanya berada di kelas tersendiri dan dengan keluwesannya bergaul, ia bisa diterima dengan mudah di kalangan jet set Indonesia dan dunia. “Ini bukan tentang apa yang saya mau buat, tapi saya harus turut merasakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.”
Begitu kita merasakan adanya suatu kebutuhan dan kebutuhan itu tidak ada, itulah pertanda agar kita perlu membuatnya.
Obin menyebut titik balik dalam karirnya terjadi pada tahun 1970-an. “Jika semesta diciptakan melalui sebuah big bang, maka saya memiliki momentum big bang saya sendiri,” kata Obin. Big Bang bagi Obin terjadi ketika pada tahun 1970-an, pemerintah membuka lebar-lebar pintu investasi asing dan lalu masuklah investor dari Jepang yang turun di bisnis tekstil. “Ketika orang-orang Jepang membangun pabrik tekstil, itulah saat dimulai adanya kebutuhan terhadap kreasi motif kain,” kata Obin.
Bisnis kain Obin mulai menggeliat pada masa-masa ini, ketika Ali Sadikin menjadi gubernur Jakarta dengan kebijakan akomodatifnya, dan ketika Jepang membangun pabrik tekstil di Bandung. “Saya percaya Bandung berkembang pesat dengan kontribusi dari orang-orang Jepang ini,” kata Obin. Inilah masa-masa ketika untuk pertama kalinya, orang-orang mencarinya untuk memesan horden, sarung bantal dan kain-kain pelapis.
Obin menghabiskan masa kecil dan remajanya di Hongkong. Ketika ia kembali ke Indonesia, ia menemukan cinta sejatinya pada kain tradisional dan kemudian menemukan metode untuk menghasilkan kain tenun tradisional dan mengawinkannya dengan motif-motif batik. Obin kemudian juga menguasai teknik produksi kain lainnya seperti sulam, ikat, tie & dye, stitch & dye dan semua teknik tradisional lain yang membuat kain Indonesia dikenal.
Kain-kain Obin termasyhur karena dibuat dengan tangan, tanpa bantuan mesin modern sama sekali. Itulah sebabnya, untuk menghasilkan sehelai kain bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Di dalam sehelai kain tersebut, selalu terdapat sentuhan personal Obin dengan segala keluasan maknanya. “Kain itu dibuat dengan tangan, jadi setiap helainya beda warna, beda corak, beda motif, beda tekstur. Ia punya nyawa sendiri,” kata Obin.
Ketika popularitas Batik meningkat sekitar tiga tahun yang lalu, ada permintaan yang tinggi akan produksi Batik masal. Namun, Obin teguh menjaga komitmennya. “Yang saya lakukan adalah mencipta, sementara yang mereka lakukan adalah memproduksi,” katanya.
Obin hapal semua cerita dibalik kain buatannya. Ia kini dibantu oleh lebih dari 100 perajin yang paham pakem-pakem pembuatan kain tradisional


Dengan kredo ini, ia terus berinovasi. Salah satu masterpiece-nya adalah aplikasi desain batik pada kain sutera yang ditenun dengan tangan. “Orangtua saya mengajarkan, kalau kamu melakukan sesuatu, berikanlah segala-galanya, atau tidak usah sama sekali,” katanya. Maka, dengan banyaknya karya yang dibuatnya, ia tidak bisa menyebutkan mana yang paling banyak menyerap energinya.

Ia menegaskan, karya-karyanya adalah seni itu sendiri, yang membutuhkan waktu dan energi yang luar biasa. Ia mengaku ia tidak selalu sukses memproduksi kain. “Saya dibesarkan dari serangkaian kegagalan,” katanya bijak. Membuat kain bagi Obin tak ubahnya seperti main games dan untuk masuk ke level berikutnya, seringkali harus menemui tantangan berat yang membuat kita harus mengulang dari semula. “Begitulah pula dalam membuat kain, dan saya percaya dalam membuat apapun, ada proses serupa.”
Kesalahan bukan kegagalan. Salah tidak berarti gagal. Sebuah kesalahan untuk dipelajari, supaya tidak terulang di kelak kemudian hari.
Selain menghasilkan karya yang baik, bukti totalitas Obin adalah dengan mengenakan apa yang menjadi karyanya sendiri. Di setiap kesempatan, kita akan jarang menemukan penampilan Obin selain apa yang telah menjadi ciri khasnya: kebaya, kain, rambut digelung, make up bersahaja. Tidakkah ada perempuan lain yang begitu melekat dengan kebaya dan kain selain Obin?
Suatu ketika, kita akan menemukan Obin sebagai sebuah legenda, ikon perempuan Indonesia dengan cinta yang mendalam, dan energi yang seolah tak habis-habis. “Saya tidak tahu dari mana energi ini berasal. Mungkin karena saya percaya. Saya peduli,” katanya.
Saya percaya, cinta dan kepedulian yang begitu besar bisa melahirkan energi yang luar biasa.
Dalam waktu dekat, ia akan membuka museumnya sendiri di Bali. Tidak berlebihan untuk menyebut museumnya akan menjelma eksibisi cinta, karena setiap karyanya dibuat dengan energi penciptaan yang didasari cinta. Resepnya sederhana saja. “Kalau kamu terpikir suatu ide, mainkan ide itu di kepala, corat-coret pakai tangan, jangan pakai mouse, dan lakukanlah.” Setelah itu, seolah untuk menegaskan, ia berkata lagi,“lakukanlah, maka itu akan terjadi.”