phone: +6285 655 061 229
e-mail: oleholehgresik@gmail.com
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Siklus Hidup Produk


Siklus hidup produk (bahasa Inggris: Product life cycle) adalah siklus hidup suatu produk/ organisasi dengan tahapan-tahapan proses perjalanan hidupnya mulai dari peluncuran awal (soft launching), peluncuran resmi (grand launching), perubahan dari target awal, lalu mulai berjuang dan berkompetisi dengan produk-produk yang sejenis, hingga melewati persaingan dan kompetisi produk memiliki tingkat penerimaan/ penjualan distribusi yang luas dan tersebar.
Dalam konteks organisasi siklus hidup suatu organisasi menjadi organisasi yang dihargai dan memiliki kredibilitas yang tinggi. Setelah mencapai puncaknya maka produk akan turun dengan alamiah. Perubahan citra produk / organisasi lalu dilakukan untuk mendukung inovasi dan menghindari penurunan drastis akibat kejenuhan produk. Jangka waktu titik jenuh tidak saja ditentukan dari jenis produk tapi bisa dilihat menggunakan indikator seperti penjualan produk, komplain yang tidak tertangani, distribusi dll.
Sebagai seorang entrepreneur tentu sangat akrab dengan istilah ini, tidak
hanya akrab bahkan tahu betul karakteristik siklus produk ini, mulai dari
initial, growth, mature dan decline, dimana siklus ini sering dilambangankan dengan hufuf S miring (seperti lambang tak terhingga).

Tidak hanya sampai pada tahu saja, para entreprenur akan mencari tahu dengan detail ciri masing-masing tahapan dan berusaha dengan sangat untuk menyempurnakan usaha disetiap tahapan tersebut. misalnya di tahap manakah
kita tidak boleh menggunakan dana dari pihak lain, sebaiknya kapan saatnya yang tepat kita menggunakan dana dari pihak lain, kapan produk AKAN MATURE
dan usaha apa yang dilakukan agar tidak terjadi decline. sengaja saya tulis dengan capital, saya akan lebih dalam masuk membahas ini.

Perusahaan dengan segala kemampuan yang dimiliki akan berusaha dengan keras
mendeteksi kapan produk atau organisasi itu akan mature, dan akan habis habiskan mengalokasikan segala kemampuan u/ menghindari decline. 4 pilar usaha, mulai dari marketing, finance, operating, sampai SDM semua difokuskan u/ menghindari decline ini.

Banyak cara ditempuh untuk menghidari decline ini, sehingga produk / organisasi bisa bertahan lama. di Indonesia kita mengenal Djarum, Barkrie (terlepas dari tantangan yang sekarang dihadapi), orang tua mereka adalah nama-nama besar yang sampai sekarang bisa mempertahankan produk / organisasi-nya dalam waktu yang lama bahkan lebih lama dari umur pendiri-nya. Bakrie misalnya sudah masuk generasi ke-3. artinya Bakrie dalam menjaga decline ini berhasil, minimal sampai sekarang….
Sampai kapan bakrie akan bertahan..? Hmmm Anda mungkin lebih tahu jawab-nya..
Manusia pada dasarnya juga mempunyai siklus, dan siklus manusia sangat jelas, lebih pendek bahkan. Teori tentang produk/ organisasi itu bisa jadi berubah suatu saat, tapi teori tentang manusia sudah baku dan tidak akan berubah sampai akhir jaman…
Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS 30:54)
Sangat jelas digambarkan siklus manusia hanya huruf V terbalik, dan ketika decline datang kita tidak bisa menolaknya? apakah Anda bisa menolak uban yang ada di kepala Anda ?
Ketika siklus produk / organisasi masuk decline, kita investasikan hampir semua waktu kita u/ hal-hal yang belum pasti hasil akhir-nya. Tetapi kenapa u/ yang sudah jelas, terang benderang lebih dari terangnya
hari dikala siang kita tidak mau mengoptimalkan investasi kita ?

Wallahualam...
Ditulis untuk perenungan pribadi.
Dan semoga ikut merenung sekaligus terinspirasi

ref : wikipedia

PELIT DILARANG BUKAN KARENA AKAN MENYULITKAN DATANGNYA HARTA


Alasan mengapa bakhil dilarang bukan karena alasan dunia (sumber gambar: flickr.com)
Alasan mengapa bakhil dilarang bukan karena alasan dunia (sumber gambar:flickr.com)
Bakhil alias pelit itu berbahaya, tapi apa bahayanya? Maka aku pun mencari tahu dalam Al Qur’an ayat-ayat tentang bakhil dan bahayanya. Aku berhenti di sebuah ayat.
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Ali ‘Imran: 180)
Di beberapa ayat yang lain juga intinya sama. Padahal aku ingin mencari tahu alasan-alasan bakhil dengan bahasa-bahasa dunia. Sebagaimana ketika menurut ilmu-ilmu bisnis yang kubaca dari buku Rich Dad Poor Dad, bahwa bersedekah itu mendatangkan uang yang lebih besar.
Maka secara logikanya, berarti bakhil akan mempersulit datangnya uang itu. Tapi tidak dalam Islam. Tidak ada alasan-alasan logis yang muncul dalam menganjurkan sedekah maupun menjauhkan diri dari bakhil.
Ketika menganjurkan sedekah, Allah mengingatkan tentang keikhlasan, agar pahala kebaikan itu tetap akan mereka peroleh ketika di akhirat. Bukan dengan balasan akan mendapatkan balasan berupa uang di dunia.
Begitu juga Allah ketika melarang bakhil atau pelit. Alasannya bukan alasan-alasan dunia seperti uang yang susah didapat dan lain sebagainya tapi alasan akhirat. Karena bila kau bakhil, dan tidak berzakat maka hartamu akan menjadi ular yang penuh bisa dan menggigitmu di akhirat kelak.
Sahabatku, itulah Islam, bukan balasan dunia yang ia tawarkan. Bukan alasan keuntungan dan kerugian dunia yang ia tunjukkan karena memang bukan dunia yang penting dalam Islam.
Islam memintamu memperhatikan akhiratmu. Caranya, dengan berbuat kebaikan di dunia. Jadi balasan-balasan kebaikan itu tidak sekarang tapi kelak di akhirat. Wallahu a’lam

Kepedulian Yang Mampu Mengubah Masyarakat

Oleh: Cak Luq Indonesia saat ini memasuki masa yang sangat menarik. Bagaimana tidak? Negara berpenduduk terbesar keempat di dunia ini memiliki pendapatan perkapita mendekati USD 4000. Angka tersebut diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dalam 4-5 tahun mendatang. Namun pada sisi lain, perusahaan konsultansi global, McKinsey mengeluarkan kajian bahwa Indonesia juga dihadapkan pada tantangan peningkatan produktivitas (diperkirakan 60%), pembangunan yang lebih inklusif dengan pemberdayaan masyarakat serta pengembangan sektor energi dan bahan pangan. Untuk menghadapi ketiga tersebut, sangat dibutuhkan pengembangan pendidikan, kemampuan masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi serta pengembangan sektor energi dan pangan. Mengembangkan ketiga hal tersebut dibutuhkan energi yang besar dan peran aktif berbagai pihak, termasuk korporasi. Walaupun seringkali korporasi melihat ketiga hal tersebut sebagai sesuatu yang berada di luar kepentingannya. Namun, tidak dapat dipungkiri banyak sekali contoh-contoh nyata yang justru menunjukkan bahwa korporasi yang berhasil tumbuh secara sustainable, adalah korporasi yang dapat mengintegrasikan atau menjadi bagian dari solusi tantangan pembangunan secara strategis. Bank Mandiri, sebagai salah satu perusahaan milik negara, terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi tersebut, dengan berperan aktif memberikan kontribusi signifikan bagi perbaikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Corporate Social Responsibility merupakan salah satu program yang dapat mendorong perusahaan-perusahaan negara lebih berkontribusi bagi masyarakat. Pada ranah BUMN, kegiatan CSR lebih dikenal dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan atau PKBL. Program CSR/PKBL sudah dilaksanakan sejak awal Bank Mandiri beroperasi. Dalam perkembangannya, program PKBL yang telah dilakukan tetap perlu penajaman untuk lebih mengefektifkan dampak program bagi masyarakat maupun Bank Mandiri. Upaya penajaman pun dilakukan. Mandiri memperbarui visi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan menjadi sejalan dengan visi perseroan. Yaitu menjadi lembaga keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif. Sehingga, program yang dijalankan dapat bersinergi dengan bisnis Bank Mandiri. Bank Mandiri juga mengoptimalkan peran unit kerja yang berada di daerah atau wilayah melalui program PKBL. Tujuan dari semua itu adalah untuk memberikan dampak bisnis bagi Bank Mandiri, terutama dalam upaya pencapaian fokus bisnis pada segmen high yield assets, retail payments dan wholesale transaction. Saat ini, implementasi program PKBL Bank Mandiri dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu pertama, pembentukan komunitas mandiri melalui pelaksanaan program Mandiri Bersama Mandiri yang bertujuan untuk membina kelompok masyarakat/komunitas secara terintegrasi dalam hal kapasitas, infrastruktur, kapabilitas dan akses. Kedua, pencapaian kemandirian edukasi dan kewirausahaan melalui pelaksanaan program Wirausaha Muda Mandiri (WMM), Mandiri Young Technopreneur (MYT) dan Mandiri Peduli Pendidikan yang bertujuan menciptakan pemimpin masa depan yang siap dengan persaingan global. Yang ketiga adalah Penyediaan fasilitas ramah lingkungan melalui pelaksanaan enam program utama yaitu penyediaan sarana penunjang pengadaan air bersih, pengembangan energi terbarukan, penanaman pohon pada lahan kritis, penanaman dan pemeliharaan tumbuhan bakau, pengadaan taman kota dan pengembangan eco wisata. Khusus untuk kemandirian edukasi dan kewirausahaan, Mandiri memiliki program unggulan yang diyakini dapat menyiapkan generasi muda untuk mampu menghadapi persaingan global. Program yang dikenal luas oleh masyarakat itu bernama Wirausaha Muda Mandiri dan Mandiri Young Technopreneur. Program tersebut berawal dari keprihatinan Bank Mandiri melihat terbatasnya kemampuan industri dalam menyerap tenaga kerja, sehingga menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia terutama dari kalangan usia produktif. Alasan lainnya adalah data Badan Pusat Statistik. Pada 2008, lembaga tersebut memaparkan bahwa jumlah wirausahawan di Indonesia diperkirakan hanya sekitar 0,24% dari jumlah penduduk usia kerja. Padahal, menurut pakar enterpreneurship David McClelland, untuk menjadi negara yang makmur, suatu negara harus memiliki minimum 2 persen entrepreneur dari total penduduknya. Alhasil, Program pengembangan kewirausahaan khususnya bagi generasi muda perlu digencarkan untuk melahirkan kesadaran dalam diri mereka agar menjadi job creator, tidak lagi job seeker. Seiring dengan proses transformasi Bank Mandiri. Program dimulai dengan melakukan pengenalan pentingnya mengubah pola pikir mahasiswa dari “pencari kerja” menjadi “pencipta lapangan kerja” ketika sudah selesai kuliah. Gerakan kewirausahaan di Indonesia yang makin gencar dikampanyekan oleh masyarakat yang peduli dan juga pemerintah, jelas dapat menciptakan sebuah aura positif yang mendorong dinamika berinvestasi di tengah masyarakat. Pemerintah perlu secara konsisten melakukan sosialisasi dan membuat kebijakan yang mendorong kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Sebab, perguruan tinggi merupakan komunitas terdidik dan cerdas yang paling siap untuk didorong menjadi innovative entrepreneur. Keberadaan mereka di episentrum khazanah pengetahuan adalah sebuah peluang istimewa untuk bertumbuh menjadi innovative entrepreneur. Kewirausahaan menggerakan perekonomian karena efek pengganda (multiplier effect) yang diciptakannya. Seorang wirausaha akan membangun sebuah sistem usaha yang menggulirkan modal, menciptakan lapangan pekerjaan, menghasilkan produk yang akan diserap oleh pasar hingga terjadi akumulasi modal dan kemampuan yang membuat bisnis tersebut berkelanjutan. Indonesia membutuhkan generasi wirausaha muda sebagai kelompok penggerak ekonomi baru. Kewirausahaan akan menciptakan lapangan kerja, memacu produktifitas generasi muda dan membuka peluang-peluang baru dalam mewujudkan kesejahteraan. Persepsi lama bahwa wirausaha hanyalah untuk mereka yang tidak sekolah harus segera diubah. Wirausaha bukan profesi, tapi pola pikir; pola pikir yang jeli melihat peluang, selalu ingin berinovasi dan berani menempuh risiko. Konsep itulah yang digunakan Bank Mandiri. Penghargaan WMM dan MYT bukan hanya ajang pemberian hadiah. Lebih penting lagi, program ini merupakan pengakuan bahwa keberhasilan berwirausaha merupakan prestasi yang membanggakan bagi kaum muda, sejajar dengan prestasi-prestasi di bidang lain. Pada program WMM dan MYT, setelah mendapatkan pemahaman dasar mengenai kewirausahaan, para peserta program mulai menerapkannya dalam penyusunan suatu proposal bisnis yang akan dinilai oleh juri. Di sini para peserta akan belajar mengenai pentingnya “bankability” atau kelayakan mendapatkan fasilitas perbankan. Proses ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mengembangkan financial inclution di Indonesia. Sehingga, masyarakat dari setiap lapisan yang dapat mengakses layanan perbankan dapat terus bertambah. Kesimpulannya, program-program kemitraan dan bina lingkungan perlu memiliki dampak signifikan bagi masyarakat dalam jangka panjang dan berkelanjutan. Tidak hanya sekedar memberi sumbangan namun harus juga secara masif mengubah pola pikir masyarakat agar menjadi lebih produktif sehingga mampu berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan perekonomian Tanah Air. Kita juga perlu meyakini bahwa masa depan ekonomi Indonesia yang cerah, ada di tangan generasi wirausaha muda! Sumber : Bisnis Indonesia

SEDEKAH YANG LEBIH BAIK DARI SEDEKAH TERBAIK


Bukan sekedar memberikan yang lebih, terbaik malah memberikan yang ia sendiri dibutuhkan (sumber gambar: flickr.com)
Bukan sekedar memberikan yang lebih, terbaik malah memberikan yang ia sendiri membutuhkan (sumber gambar: flickr.com)
Sahabatku, kau mungkin sudah pernah mendengar bahwa sebuah kebaikan itu ialah memberikan apa yang terbaik dan yang dicintai. Namun ternyata ada lagi kebaikan yang melebihi itu. Tahukah kau apa itu?
Ini adalah sebuah karakter yang melekat pada diri para sahabat Anshar. “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (QS. Al Hasyr: 9)
Rasulullah sendiri mengatakan bahwa sedekah yang terbaik adalah ketika seseorang itu dalam keadaan membutuhkan, ia sendiri berusaha dengan keras untuk mendapatkannya, namun saat mendapatkannya ia malah mensedekahkannya.
Kisah sedekah terbaik ini telah dicontohkan oleh Abu Bakar ketika ia mensedekahkan seluruh hartanya. Lalu Rasulullah bertanya, “Apa yang kau sediakan untuk keluargamu?”Abu Bakar menjawab, “Cukup Allah dan RasulNya. ”
Kisah serupa juga terjadi ketika ada tiga orang yang terluka dalam perang dan sama-sama membutuhkan air. Namun ketika pertolongan dan air datang setiap orang malah menyarankan agar air itu diberikan kepada saudaranya yang lain yang membutuhkan. Dan akhirnya ketiganya kemudian syahid.
Dan ketiga adalah kisah sepasang suami istri yang menjamu tamu Rasulullah saw. Padahal keluarga mereka sendiri sedang membutuhkan makanan itu. Bagaimana dengan dirimu sahabatku, tidakkah kau ingin dikagumi oleh Allah karena kau mensedekahkan yang sebenarnya kau butuhkan.
Wallahu a’lam

Allah, Penjamin Rezeki kita

Ketika anak saya lahir, hampir semua tetangga, saudara, teman dan juga kenalan-kenalan dekat saya, menjenguk mengucapkan selamat. Saya cukup bergembira dengan antusiasme mereka. Begitulah suasana di kampung. Kegotong royongan, silaturrahmi antar tetangga, alhamdulillah masih tumbuh subur tak lapuk ditelan zaman


Mereka datang mendoakan kami sekeluarga. Memberikan untaian doa kepada buah hati saya. Dan tak jarang juga yang memberikan tips-tips kepada isteri saya agar cepat sehat setelah melahirkan dengan resep-resep tradisional. Ada juga beberapa tetangga yang datang membawa buah tangan. Bentuknya macam-macam. Ada yang berupa barang-barang jenis keperluan bayi, seperti popok, bedak, sabun dan baju-baju kecil yang lucu-lucu. Dan ada juga jenis-jenis makanan, dari jajan pasar, sayur mayur, minyak goreng sampai daging ayam. Saya berterima kasih sekali dengan mereka.


Namun ada seorang tetangga yang begitu datang dan melihat buah hati saya lahir, langsung berkata. ”Jabang bayi, kenapa kau lahir di zaman susah begini? Di saat barang-barang serba mahal? Kenapa kau lahir tidak pada waktu bahan makanan sedang murah?”


Ada rasa geli, lucu, tapi juga menguras sedikit otak saya, ketika mendengar ucapan perempuan itu. Paling tidak saya jadi bertanya dengan diri sendiri, kenapa ia mengucapkan hal seperti itu? Tidak ada kata lainkah yang lebih enak didengar selain kalimat itu?


Saya tidak tahu alasannya, mengapa tetangga saya mengatakan hal seperti itu, tapi yang jelas, orang yang baru melahirkan itu banyak membutuhkan makanan bergizi, supaya bayi dan ibunya sehat. Sedangkan barang-barang jenis makanan yang bergizi nyaris semua mahal.


Akhirnya saya sedikit paham dengan kalimat dia. Dia tentu memandang latar belakang saya, yang usahanya sedang hancur terpengaruh gelombang reformasi. Perempuan itu tentu bukannya asal ngomong mengatakan hal seperti itu, karena ia melihat sehari-hari keadaan ekonomi saya. Usaha kecil-kecilan yang sudah saya rintis cukup lama nyaris tak bisa bangkit lagi. Sedang harga bahan-bahan makanan yang bergizi sudah melambung. Mungkin saja begitu. Sebab waktu itu harga beras yang masuk dalam daftar beras ‘enak’ terlalu mahal untuk ukuran saya.
Saya memang susah. Saya tak mengelak keadaan seperti itu. Seiring dengan lahirnya si buah hati, usaha saya makin sulit. Ini saya akui. Banyak rizki yang datang kepada saya, tapi bukan lewat keringat saya. Banyak teman-teman yang datang di hari-hari berikutnya membawa sesuatu yang sangat menolong keberadaan ekonomi saya.


Apapun bentuknya, dari siapapun datangnya, yang jelas itu rizki dari Allah untuk kami, terutama si buah hati yang baru lahir. Karena kata Allah, tak ada satupun mahluk yang dilahirkan ke dunia ini tanpa membawa rizki. Tentunya ini adalah keyakinan yang harus saya pegang sampai kapanpun, dalam kedaan ekonomi seperti apapun.


Dan tidak ada suatu binatang melatapun dimuka bumi, melainkan Allah lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu, dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata. (QS Huud: 6)


Biar si perempuan tetangga saya sangat menghawatirkan rizki anak saya, tapi saya tidak. Biar reformasi tak kan kunjung ada hasilnya, saya yakin Allah tak kan berhenti memberikan rizki kepada makhlukNya.

sumber : http://untuk-islam.blogspot.com/2010/06/allah-penjamin-rezeki-kita.html

Saudaraku, sadarkah kita semua?


Pertanyaan terbesar jaman ini adalah " Apakah Tuhan kita Allah SWT?" sedangkan keseharian kita melakukan sesuatu jauh dari itu.

Kita bekerja saja tidak "Dengan nama Allah" tapi " Dengan nama Gaji".

Sekolah mencari ilmu tidak " Dengan Nama Allah", melainkan "Dengan Nama Gelar".

Mendidik anak tidak "Dengan nama Allah" melaikan "Dengan nama Kebangaan"

Omongan, acuan dan pembicaraan yang menjadi patokan hidup menjadi "Apa kata Dunia" sudah jauh di fikiran dan hati " Apa kata Allah SWT"

Ini menjadi "Yang Maha Kuasa" dikesampingkan sangat jauh dalam kehidupan kita .... semoga kita semua di jauhkan dengan sifat-sifat demikian .... Amin

sumber : http://www.untuk-islam.blogspot.com/2012/12/saudaraku-sadarkah-kita-semua.html

Wiraswasta adalah pekerja yang paling bahagia


Apakah menjadi bos adalah kunci dari kebahagiaan di dunia kerja? Sebuah survei dari Inggris pun menjawab pertanyaan itu. Ternyata, wiraswasta adalah pekerja yang paling bahagia meskipun menghabiskan waktu lama untuk bekerja keras.
Survei tersebut tepatnya dilakukan oleh firma bisnis AXA Business Insurance. Menurut para ahli di sana, meskipun wiraswasta bekerja dua kali lebih keras dari pegawai biasa, mereka justru tiga kali lebih puas dengan pencapaiannya.
Wiraswasta juga dilaporkan kalau motivasi terbesar untuk mencoba hal baru dan menantang diri sendiri tidak lain adalah uang.
Sebagaimana dilansir dari Live Science, sayangnya menjadi wiraswasta juga rentan dengan kondisi stres. Terutama jika bisnis yang dikelola mengalami kesulitan keuangan.
Jika stres yang diderita pegawai adalah tekanan dari bos, uniknya wiraswasta justru merasa depresi jika berhadapan dengan pelanggan yang menyebalkan.
Selain itu, meskipun wiraswasta bekerja lebih giat, ternyata mereka cenderung suka menghabiskan liburan paling lama. Kepuasan dan masa bersenang-senang itulah yang akhirnya membuat lebih dari 50 persen wiraswasta mengaku bahwa kehidupannya semakin bahagia daripada menjadi pegawai biasa.


sumber : http://m.merdeka.com/gaya/wiraswasta-adalah-pekerja-yang-paling-bahagia.html

Tony Blair: Saya membaca Al Quran Setiap Hari


Masih Ingat sama Tony BlairMantan perdana menteri Inggris yang selalu taat pada Amerika itu kini mempunyai hobby yang unik. Sebagaimana dikutip di www.roomwithabrew.com Tony Blair mengatakan: Saya membaca Al Quran Setiap Hari.
Kenapa saya bilang unik? Karena tanpa disangka seorang perdana menteri yang dahulu sering makmum ( ngikut ) kepada Amerika dalam penyerangan Iraq, Afganistan dan negeri2 muslim lainnya, kini menunjukkan ketertarikannya pada Al-Qur’an ( The Koran).
Sebagaimana tertulis juga di www.bbc.co.uk “Ex-Prime Minister Tony Blair urged people to read the Koran, not burn it”. Jika tidak salah terjemahannya adalah “Mantan Perdana menteri Inggris Tony Blair mendesak orang2 untuk membaca Al-Qur’an dan tidak membakarnya”. Hal ini sebagai tanggapan dari perintah Pastor Terry Jones, yang memimpin jemaat di kota Gainesville-Florida dengan 50 pengikutnya, memerintahkan untuk membakar Al-Qur’an pada peringatan serangan 9 September.
Padahal sebelumnya, mantan Perdana Menteri Inggris yang tinggal di Downing Street Nomor 10 ini dikenal sebagai orang yang enggan untuk berbicara tentang agama. Namun, setelah mengundurkan diri dari jabatannya pada 2007, Blair menjadi lebih terbuka tentang agama dan keimanan. Yang akhirnya Dia memeluk agama Katolik beberapa bulan sebelum meninggalkan kediaman resmi perdana menteri. Dan saat ini Blair mengaku kegiatannya setelah pensiun adalah membaca Al-Qur’an setiap hari.
Menurut dia, dengan membaca kitab suci Islam – yang diyakini umat Islam sebagai kata-kata diwahyukan oleh Allah secara langsung – bisa dipastikan bahwa dia sekarang menjadi ‘melek agama’.
Dalam sebuah wawancara dengan media Observer, diterbitkan kemarin, Blair mengatakan, “Menjadi ‘keyakinan literasi’ sangat penting dalam dunia yang semakin global, itulah yang saya percaya,” katanya, seperti dimuat Daily Mail, Senin 13 Juni, 2011. ( sorry terjemahan via google :)   )
“Aku membaca Al Quran setiap hari. Sebagian untuk memahami beberapa hal yang terjadi di dunia, dan di jelaskan dalam (Quran) dengan sangat instruktif. “  dan Blair sebelumnya memuji Islam sebagai agama “indah” dan mengatakan Nabi Muhammad adalah ‘penguasa beradab’.
Pada tahun 2006, dia juga memuji Al-Quran sebagai “buku reformasi ‘, inklusif, dibesarkan untuk membenci ilmu pengetahuan dan takhayul. Buku ini juga berisi petunjuk praktis bagaimana menjalankan pernikahan, serta pemerintah.
Namun, Blair menyesalkan bagaimana kelimpok militan yang menafsirkan Al-Qur’an sebagai panggilan untuk menyerang dan membunuh. Masih terngiang di ingatannya pada 7 Juli 2005, ketika ia masih perdana menteri, bom teroris mengoyak London. 52 orang tak berdosa tewas.
Tidak hanya Blair yang tertarik dalam Islam. Dalam hukum, Lauren Booth, membuat pengumuman mengejutkan. Booth telah memeluk Islam setelah mengalami apa yang dia digambarkan sebagai ‘pengalaman’ spiritual ‘ketika mengunjungi Masjid di Iran.
( sorry terjemahan hanya via google :)   )
“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kami jugalah yang memeliharanya.” (QS: al-Hijir : 9)
Wallahu a’lam Bisshowab….
- See more at: http://andiazhari.com/kisah-sukses/tony-blair-saya-membaca-al-quran-setiap-hari#sthash.WoBOG8vP.dpuf

Kiat-Kiat Agar Tetap Istiqomah


Ada beberapa sebab utama yang bisa membuat seseorang tetap teguh dalam keimanan. 
Pertama: Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar. Allah Ta’ala berfirman,
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27)
Mengapa Allah bisa teguhkan orang beriman di dunia dengan terus beramal sholih dan di akhirat (alam kubur) dengan dimudahkan menjawab pertanyaan malaikat “Siapa Rabbmu, siapa Nabimu dan apa agamamu”? Jawabannya adalah karena pemahaman dan pengamalannya yang baik dan benar terhadap dua kalimat syahadat. Dia tentu memahami makna dua kalimat syahadat dengan benar. Memenuhi rukun dan syaratnya. Serta dia pula tidak menerjang larangan Allah berupa menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, yaitu berbuat syirik. Oleh karena itu, kiat pertama ini menuntunkan seseorang agar bisa beragama dengan baik yaitu mengikuti jalan hidup salaful ummah yaitu jalan hidup para sahabat yang merupakan generasi terbaik dari umat ini. Dengan menempuh jalan tersebut, ia akan sibuk belajar agama untuk memperbaiki aqidahnya, mendalami tauhid dan juga menguasai kesyirikan yang sangat keras Allah larang sehingga harus dijauhi. Oleh karena itu, jalan yang ia tempuh adalah jalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam beragama yang merupakan golongan yang selamat yang akan senantiasa mendapatkan pertolongan Allah.
Kedua: Mengkaji Al Qur’an dengan menghayati dan merenungkannya.
Allah menceritakan bahwa Al Qur’an dapat meneguhkan hati orang-orang beriman dan Al Qur’an adalah petunjuk kepada jalan yang lurus. Allah Ta’ala berfirman,
Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.” (QS. An Nahl: 102)
Oleh karena itu, Al Qur’an itu diturunkan secara beangsur-angsur untuk meneguhkan hati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana terdapat dalam ayat, Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar).” (QS. Al Furqon: 32) 
Al Qur’an adalah jalan utama agar seseorang bisa terus kokoh dalam agamanya. Alasannya, karena Al Qur’an adalah petunjuk dan obat bagi hati yang sedang ragu.
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, 
Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Fushilat: 44). 
Oleh karena itu, kita akan saksikan keadaan yang sangat berbeda antara orang yang gemar mengkaji Al Qur’an dan merenungkannya dengan orang yang hanya menyibukkan diri dengan perkataan filosof dan manusia lainnya. Orang yang giat merenungkan Al Qur’an dan memahaminya, tentu akan lebih kokoh dan teguh dalam agama ini. Inilah kiat yang mesti kita jalani agar kita bisa terus istiqomah.
KetigaIltizam (konsekuen) dalam menjalankan syari’at Allah
Maksudnya di sini adalah seseorang dituntunkan untuk konsekuen dalam menjalankan syari’at atau dalam beramal dan tidak putus di tengah jalan. Karena konsekuen dalam beramal lebih dicintai oleh Allah daripada amalan yang sesekali saja dilakukan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.
‘Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun konsekuen dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan. Ingatlah bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan ketaatan, dzikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima oleh Sang Kholiq Subhanahu wa Ta’ala. Amalan sedikit namun konsekuen dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan dengan amalan yang sedikit namun sesekali saja dilakukan.” 
Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan, “Amalan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah amalan yang konsekuen dilakukan (kontinu). Beliau pun melarang memutuskan amalan dan meninggalkannya begitu saja. Sebagaimana beliau pernah melarang melakukan hal ini pada sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar.” Yaitu Ibnu ‘Umar dicela karena meninggalkan amalan shalat malam. Selain amalan yang kontinu dicintai oleh Allah, amalan tersebut juga dapat mencegah masuknya virus “futur” (jenuh untuk beramal). Jika seseorang beramal sesekali namun banyak, kadang akan muncul rasa malas dan jenuh. Sebaliknya jika seseorang beramal sedikit namun ajeg (terus menerus), maka rasa malas pun akan hilang dan rasa semangat untuk beramal akan selalu ada. Itulah mengapa kita dianjurkan untuk beramal yang penting kontinu walaupun jumlahnya sedikit.
Keempat: Membaca kisah-kisah orang sholih sehingga bisa dijadikan uswah (teladan) dalam istiqomah.
Dalam Al Qur’an banyak diceritakan kisah-kisah para nabi, rasul, dan orang-orang yang beriman yang terdahulu. Kisah-kisah ini Allah jadikan untuk meneguhkan hati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengambil teladan dari kisah-kisah tersebut ketika menghadapi permusuhan orang-orang kafir. Allah Ta’ala berfirman, 
Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Hud: 11) Oleh karena itu, para salaf sangat senang sekali mempelajari kisah-kisah orang sholih agar bisa diambil teladan. Itulah pentingnya merenungkan kisah-kisah orang sholih. Hati pun tidak pernah kesepian dan gundah gulana, serta hati akan terus kokoh.
Kelima: Memperbanyak do’a pada Allah agar diberi keistiqomahan.
Di antara sifat orang beriman adalah selalu memohon dan berdo’a kepada Allah agar diberi keteguhan di atas kebenaran. Dalam Al Qur’an Allah Ta’ala memuji orang-orang yang beriman yang selalu berdo’a kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman ketika menghadapi ujian. Allah Ta’ala berfirman, Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang sabar. Tidak ada do’a mereka selain ucapan: ‘Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir‘. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Ali ‘Imran: 146-148). 
Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman, Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 250)
Do’a lain agar mendapatkan keteguhan dan ketegaran di atas jalan yang lurus adalah, "Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imron: 8)
Do’a yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan adalah,Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).
Keenam: Bergaul dengan orang-orang sholih.
Allah menyatakan dalam Al Qur’an bahwa salah satu sebab utama yang membantu menguatkan iman para shahabat Nabi adalah keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah mereka. Allah Ta’ala berfirman, Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nyapun berada ditengah-tengah kalian? Dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali ‘Imran: 101) 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita. Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.
Kalau dalam masalah persahabatan yang tidak bertemu setiap saat, kita dituntunkan untuk mencari teman yang baik, apalagi dengan mencari pendamping hidup yaitu suami atau istri. Pasangan suami istri tentu saja akan menjalani hubungan bukan hanya sesaat. Bahkan suami atau istri akan menjadi teman ketika tidur. Sudah sepantasnya, kita berusaha mencari pasangan yang sholih atau sholihah. Kiat ini juga akan membuat kita semakin teguh dalam menjalani agama. 
Demikian beberapa kiat mengenai istiqomah. Semoga Allah senantiasa meneguhkan kita di atas ajaran agama yang hanif (lurus) ini. Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu.
Sumber: www.muslim.or.id
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal